Dukungan P&G Mengurangi Emisi Gas Karbon
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 14:15 WIB
Hasilnya hingga Agustus 2020, data internal P&G menunjukkan setengah dari target komitmen sudah terlampaui. Mereka berhasil kurangi 25 persen efek rumah kaca, 21 persen penggunaan energi, serta meningkatkan kesadaran mendaur ulang kemasan bekas barang-barang kebutuhan hingga 92 persen. (Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak)
Di Indonesia, P&G pun turut melaksanakan komitmen menjaga kelestarian lingkungan tersebut. Lebih dari 30 tahun berada di Indonesia, P&G menerapkan sustainability di proses produksi, dengan menerapkan prinsip responsible consumption.
Prinsip tersebut diimplementasikan dalam program perbaikan berkelanjutan, mulai dari efisiensi penggunaan air dan energi dalam kegiatan sehari-hari di pabrik, hingga menerapkan zero waste to landfill.
Khusus pengurangan energi, pabrik di Karawang sudah berhasil mengurangi energy footprint lebih dari 90 persen dengan pengurangan year-on-year (YoY) sebesar 9 persen dari tahun sebelumnya. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
“Pabrik P&G di Karawang yang tersertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) dari US Green Building Council, sejak 2012 gunakan sensor akan mendeteksi dan lampu otomatis mati jika tidak ada aktivitas pergerakan di dalam ruangan, dan 21% air untuk produksi dan kegiatan operasional di pabrik juga merupakan hasil daur ulang,” sebut Senior Director P&G Indonesia Bharath Seshadri
Selain itu, Barath melanjutkan, dalam proses produksi pun pabrik di Karawang tidak lagi memakai solar sebagai bahan bakar mesin boiler, dan beralih menggunakan gas bumi dari Perusahaan Gas Negara (PGN) yang memiliki emisi CO2 yang jauh lebih rendah dibanding solar.
Di Indonesia, P&G pun turut melaksanakan komitmen menjaga kelestarian lingkungan tersebut. Lebih dari 30 tahun berada di Indonesia, P&G menerapkan sustainability di proses produksi, dengan menerapkan prinsip responsible consumption.
Prinsip tersebut diimplementasikan dalam program perbaikan berkelanjutan, mulai dari efisiensi penggunaan air dan energi dalam kegiatan sehari-hari di pabrik, hingga menerapkan zero waste to landfill.
Khusus pengurangan energi, pabrik di Karawang sudah berhasil mengurangi energy footprint lebih dari 90 persen dengan pengurangan year-on-year (YoY) sebesar 9 persen dari tahun sebelumnya. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
“Pabrik P&G di Karawang yang tersertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) dari US Green Building Council, sejak 2012 gunakan sensor akan mendeteksi dan lampu otomatis mati jika tidak ada aktivitas pergerakan di dalam ruangan, dan 21% air untuk produksi dan kegiatan operasional di pabrik juga merupakan hasil daur ulang,” sebut Senior Director P&G Indonesia Bharath Seshadri
Selain itu, Barath melanjutkan, dalam proses produksi pun pabrik di Karawang tidak lagi memakai solar sebagai bahan bakar mesin boiler, dan beralih menggunakan gas bumi dari Perusahaan Gas Negara (PGN) yang memiliki emisi CO2 yang jauh lebih rendah dibanding solar.
Lihat Juga :