Pengusaha Nahdliyin Dirangkul Teten untuk Kembangkan Koperasi dan UMKM
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 19:55 WIB
“Kontribusi dari UMKM itu sangat besar, sehingga ekonomi Indonesia ini sebenarnya UMKM. Namun sayangnya produktivitas UMKM masih terlalu rendah dibandingkan dengan usaha besar atau korporasi yang jumlahnya 1 persen, inilah tantangan utama kita,” katanya.
Di tengah pandemi, kata Teten, UMKM mengalami dampak yang luar biasa, dan kondisinya berbeda dengan krisis 1998 di mana ketika usaha besar berjatuhan, UMKM justru menyelamatkan ekonomi Indonesia.
“Saat ini beda, seluruh dunia sekarang mengalami krisis, UMKM sangat terdampak dari sisi supply maupun demand. Banyak survei dilakukan, salah satunya dari ADB, yang mencatat bahwa 50 persen UMKM diperkirakan akan menutup usahanya, sementara 88 persen usaha mikro sudah tidak lagi memiliki tabungan,” katanya.
(Baca Juga: Menteri Teten Bongkar Ada 50% UMKM Sudah Gulung Tikar )
Untuk itu, ia mengatakan, Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional khusus sektor UMKM. Per 5 Oktober 2020, progress sementara mencapai 67,99% atau telah disalurkan sebesar Rp83,9 triliun.
Di tengah pandemi, kata Teten, UMKM mengalami dampak yang luar biasa, dan kondisinya berbeda dengan krisis 1998 di mana ketika usaha besar berjatuhan, UMKM justru menyelamatkan ekonomi Indonesia.
“Saat ini beda, seluruh dunia sekarang mengalami krisis, UMKM sangat terdampak dari sisi supply maupun demand. Banyak survei dilakukan, salah satunya dari ADB, yang mencatat bahwa 50 persen UMKM diperkirakan akan menutup usahanya, sementara 88 persen usaha mikro sudah tidak lagi memiliki tabungan,” katanya.
(Baca Juga: Menteri Teten Bongkar Ada 50% UMKM Sudah Gulung Tikar )
Untuk itu, ia mengatakan, Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional khusus sektor UMKM. Per 5 Oktober 2020, progress sementara mencapai 67,99% atau telah disalurkan sebesar Rp83,9 triliun.
Lihat Juga :