Perlunya Pengelolaan Keuangan di Masa Pandemi

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:35 WIB
Dia menggambarkan, untuk mereka yang masih lajang, besaran dana darurat sekitar tiga bulan pengeluaran bulanan. Adapun untuk keluarga kecil sekitar enam bulan pengeluaran bulanan dan keluarga besar sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.

Kedua, perlunya manajemen arus kas. Dalam hal ini Maya mengistilahkannya dengan 3C, yakni catatan keuangan, cek kondisi keuangan, dan cek kondisi kesehatan. Yang juga tidak kalah penting adalah mengecek prioritas mana bagian untuk pengeluaran, kebutuhan, dan keinginan.

Ketiga, manajemen utang. Dalam hal ini perlu mengatur dan memilah utang, mana yang termasuk utang produktif dan mana yang utang konsumtif.

Keempat, manajemen investasi. Pada bagian ini terlebih dahulu tentukan tujuan investasi yang diinginkan. Selanjutnya tentukan jangka waktunya apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang.

“Kenali juga risikonya. Selain itu kenali portofolio investasi yang memang sehat dan baik. Lalu lakukan evaluasi dan monitoring,” ucapnya. (Baca juga: Belajar Harus Tetap Menyenagkan)

Pada FGD yang digelar atas kerja sama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan Sindonews.com dan KORAN SINDO itu, Maya mengakui bahwa merencanakan keuangan secara sehat dan tepat bukanlah perkara yang mudah diterapkan. Terlebih lagi di masa pandemi korona yang tidak sedikit berpengaruh pada pendapatan pribadi.

Menurut Maya, ada sejumlah tantangan yang bisa saja menyulitkan perencanaan keuangan, termasuk memilah mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang keinginan.

“Ini yang harus dipahami. Harus dipisah juga antara keuangan untuk pribadi maupun untuk bisnis. Berapa persen untuk bayar cicilan atau utang, untuk kebutuhan belanja sehari-hari, dan untuk investasi atau bisnis,” tutur Maya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!