Melek Digital, 'Si Cemplon' dari Bogor Melenggang ke Malaysia dan Singapura
Minggu, 11 Oktober 2020 - 13:11 WIB
Memulai usaha sejak tahun 2017, Novvy kemudian mengikuti pelatihan "UMKM Go Digital" yang KKP pada tahun 2018. Setelah pelatihan tersebut, dia pun mulai rajin memasarkan produknya ke market place selain rutin mengikuti pameran produk UMKM.
Namun, peruntungan Novvy berubah saat memasuki pandemi Covid-19. Saat sejumlah usaha mengalami penurunan, penjualan "Si Cemplon" justru meningkat drastis.
"Awal-awal memang berat ya di (pasar) online, kita mengharapkan pecah telur saja susah bukan main. Lucunya, setelah covid-19, akun saya justru menjadi star seller di bulan April. Bulan Juni, kenaikan (penjualan) di marketplace malah naik sampai di atas 300%," tuturnya.
Kebanggaan Novvy bertambah ketika produknya juga bisa diakses oleh salah satu market place yang telah menjangkau Malaysia dan Singapura. Dia pun sering mendapat orderan dari pemasaran secara daring tersebut. "Alhamdulillah jadi saya tetap bisa berekspansi walaupun dalam kondisi Covid-19," sambungnya.
Saat ini, Novvy menggandeng 10 tetangganya untuk membentuk kelompok dan ikut berjualan produk olahan ikan. Dia berharap, dari berjualan produk olahan ikan, orang-orang terdekatnya bisa bertahan di masa pandemi dengan memanfaatkan pasar digital.
"Peluang digital tuh besar, jadi saya sampai sekarang yakin bahwa marketplace itu salah satu sarana membuat brand kita besar. Paling tidak walaupun produknya belum laku tapi dikenal dulu brand nya," katanya.
Namun, peruntungan Novvy berubah saat memasuki pandemi Covid-19. Saat sejumlah usaha mengalami penurunan, penjualan "Si Cemplon" justru meningkat drastis.
"Awal-awal memang berat ya di (pasar) online, kita mengharapkan pecah telur saja susah bukan main. Lucunya, setelah covid-19, akun saya justru menjadi star seller di bulan April. Bulan Juni, kenaikan (penjualan) di marketplace malah naik sampai di atas 300%," tuturnya.
Kebanggaan Novvy bertambah ketika produknya juga bisa diakses oleh salah satu market place yang telah menjangkau Malaysia dan Singapura. Dia pun sering mendapat orderan dari pemasaran secara daring tersebut. "Alhamdulillah jadi saya tetap bisa berekspansi walaupun dalam kondisi Covid-19," sambungnya.
Saat ini, Novvy menggandeng 10 tetangganya untuk membentuk kelompok dan ikut berjualan produk olahan ikan. Dia berharap, dari berjualan produk olahan ikan, orang-orang terdekatnya bisa bertahan di masa pandemi dengan memanfaatkan pasar digital.
"Peluang digital tuh besar, jadi saya sampai sekarang yakin bahwa marketplace itu salah satu sarana membuat brand kita besar. Paling tidak walaupun produknya belum laku tapi dikenal dulu brand nya," katanya.
Lihat Juga :