OJK: Masyarakat Makin Gandrung pada Layanan Digital Banking

Rabu, 14 Oktober 2020 - 18:13 WIB
Dia menyampaikan, industri yang secara masif merespons perubahan kebutuhan masyarakat salah satunya ialah industri jasa keuangan. Dimana sektor ini banyak menghasilkan terobosan baru antara lain produk dan layanan bank, fintech peer to peer lending, fintech penyelenggara uang elektronik, dompet elektronik, dan layanan sistem pembayaran.

"Ada peluang dari perubahan gaya hidup masyarakat. Platform digital kini jadi kebutuhan sehari-hari seperti alat komunikasi, sistem pembayaran, perlengkapan belajar, hingga untuk aktivitas kerja. Semua semakin tergantung teknologi. Termasuk layanan perbankan juga ikut berubah di jasa keuangan," ujarnya.

Meskipun begitu, menurutnya, dalam rangka mempertahankan eksistensi, perbankan juga harus meningkatkan pelayanan masyarakat dengan memudahkan layanan ditengah pandemi dengan terus menjaga keamanan data nasabah. Pihak OJK juga telah mengakomodir strategi alternatif dengan penggunaan penyedia jasa IT oleh bank. Ini demi menekan biaya agar lebih murah dalam transformasi digital.

"Kami juga mempercepat perizinan produk dan aktivitas baru. Prosedurnya akan dipersingkat dan disederhanakan dengan mekanisme instant approval. Tapi juga ada aspek penilaian dari kesehatan tertentu," ujar dia.

Sementara itu Direktur Information Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengaku transaksi digital turut meningkatkan potensi kejahatan siber. Untuk itu, teknologi Artificial Intelligence (AI) perlu diterapkan untuk deteksi fraud (penipuan) sedini mungkin.

"Kecanggihan dan kecepatan AI sangat efektif untuk menangani penipuan-penipuan di perbankan. Tidak ada proses manual yang dapat menyaingi kecepatan dan otomasi teknologi AI, sehingga data nasabah akan lebih aman," jelas Rico dalam kesempatan sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!