Impor Loyo, Neraca Dagang Diproyeksi Surplus USD2,33 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:36 WIB
Dia melanjutkan, kontraksi aktivitas manufaktur domestik juga turut dipengaruhi oleh pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. Sementara itu, tren penurunan harga minyak mentah yakni sebesar 7% mtm, mengindikasikan impor migas pun juga melambat.

Dengan demikian, ungkapnya, secara keseluruhan neraca perdagangan pada kuarta III/2020 diperkirakan surplus USD8,12 miliar dari kuartal sebelumnya yang tercatat surplus USD2,89 miliar.

(Baca juga: Dibuka saat PSBB Transisi, TMII Dipercantik di Tengah Pandemi Covid-19 )

"Meskipun pemulihan ekonomi domestik mulai terindikasi pada kuartal III tahun 2020, namun masih lemahnya tingkat konsumsi masyarakat serta rendahnya belanja modal dari sisi produksi mendorong lemahnya impor khususnya impor non-migas," tandasnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini akan mengumumkan data perekonomian bulan September, salah satunya terkait kinerja ekspor-impor dan neraca perdagangan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!