Sri Mulyani Geber Belanja Pemerintah untuk Dukung Pemulihan Ekonomi
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan September 2020 tumbuh sebesar 21,22% (year on year/yoy). Peningkatan belanja negara secara signifikan sampai dengan September ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Ini terutama dipengaruhi oleh realisasi belanja K/L (kementerian/lembaga) terutama bantuan sosial (bansos) dan belanja barang yang meningkat untuk program PEN, perlindungan sosial, PIP, KIP kuliah, PBI JKN, bantuan pelaku usaha mikro," papar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam diskusi secara virtual, Senin (19/10/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Akui PSBB Ketat Bikin Pemulihan Ekonomi Tertahan)
Dia melanjutkan kinerja belanja modal secara nominal tumbuh lebih rendah, namun secara persentase terhadap pagunya lebih besar. Hal ini dipengaruhi refocusing/realokasi, serta kebijakan PSBB, walaupun di sisi lain telah melaksanakan berbagai program PEN (pemulihan ekonomi nasional).
"Ini terutama dipengaruhi oleh realisasi belanja K/L (kementerian/lembaga) terutama bantuan sosial (bansos) dan belanja barang yang meningkat untuk program PEN, perlindungan sosial, PIP, KIP kuliah, PBI JKN, bantuan pelaku usaha mikro," papar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam diskusi secara virtual, Senin (19/10/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Akui PSBB Ketat Bikin Pemulihan Ekonomi Tertahan)
Dia melanjutkan kinerja belanja modal secara nominal tumbuh lebih rendah, namun secara persentase terhadap pagunya lebih besar. Hal ini dipengaruhi refocusing/realokasi, serta kebijakan PSBB, walaupun di sisi lain telah melaksanakan berbagai program PEN (pemulihan ekonomi nasional).
Lihat Juga :