Sri Mulyani Geber Belanja Pemerintah untuk Dukung Pemulihan Ekonomi
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:28 WIB
"Selain itu belanja non-K/L meningkat, didorong kebijakan subsidi, pensiun/jaminan kesehatan ASN, belanja lain-lain (antara lain kartu prakerja, kompensasi) serta outlook bunga utang yang menurun seiring kondisi tren suku bunga yang turun," katanya.
Dia menambahkan, belanja negara yang meningkat signifikan sampai dengan September ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tiga jalur, yakni konsumsi rumah tangga (melalui program bansos), pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah yang tumbuh relatif tinggi.
(Baca Juga: Airlangga Sebut Ekonomi RI Sudah Mulai Siuman di Kuartal III) "Dari data mobilitas terlihat bahwa konsumsi rumah tangga dan PMTB membaik meskipun masih negatif sementara konsumsi pemerintah pada kuartal III diperkirakan tumbuh dua digit. Peningkatan realisasi belanja negara di kuartal III yang signifikan menunjukkan peranan APBN sebagai instrumen kebijakan countercyclical dan hal ini terus akan berlanjut hingga kuartal IV/2020," tandasnya.
Dia menambahkan, belanja negara yang meningkat signifikan sampai dengan September ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tiga jalur, yakni konsumsi rumah tangga (melalui program bansos), pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah yang tumbuh relatif tinggi.
(Baca Juga: Airlangga Sebut Ekonomi RI Sudah Mulai Siuman di Kuartal III) "Dari data mobilitas terlihat bahwa konsumsi rumah tangga dan PMTB membaik meskipun masih negatif sementara konsumsi pemerintah pada kuartal III diperkirakan tumbuh dua digit. Peningkatan realisasi belanja negara di kuartal III yang signifikan menunjukkan peranan APBN sebagai instrumen kebijakan countercyclical dan hal ini terus akan berlanjut hingga kuartal IV/2020," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :