Sri Mulyani Akui PSBB Ketat Bikin Pemulihan Ekonomi Tertahan

Senin, 19 Oktober 2020 - 14:51 WIB
loading...
Sri Mulyani Akui PSBB...
Menkeu Sri Mulyani mengakui, bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta beberapa waktu lalu menahan upaya pemulihan ekonomi. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui, bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta beberapa waktu lalu menahan upaya pemulihan ekonomi. Padahal sebelumnya terang Menkeu, mobilitas warga mulai meningkat.

(Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Rasio Utang RI Masih Lebih Baik dari China, AS dan Thailand )

Dia melanjutkan mobilitas masyarakat terutama aktivitas di tempat tertentu sudah ada tren perbaikan antara Juli hingga Agustus, dan itu bertahan di awal bulan September. Namun PSBB diperketat, aktivitas masyarakat langsung drop.

"Meskipun sekali lagi saya sampaikan di bulan September karena dua minggu terakhir ada kenaikan jumlah Covid-19, terutama di daerah DKI yang kemudian menyebabkan kita melakukan pengetatan kembali. Memberikan dampak yang terlihat dari sisi mobilitas, aktivitasnya menjadi melemah kembali," jelas Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10/2020).

(Baca Juga: Resesi Massal, Sri Mulyani Beberkan Negara Mana Saja yang Alami Pukulan Berat )

Dia berharap momentum pemulihan ekonomi ke depannya bisa terus dijaga, meskipun sempat terdampak PSBB ketat. "Kita melihat sekarang dengan aktivitas ini, masih tidak menutup tren yang terjadi secara positif yang terjadi semenjak bulan Juli hingga yang September ini," paparnya.

"Seiring dengan kondisi Covid ini, dunia juga menghadapi situasi yang luar biasa sangat berubah. Covid dengan dampak sosial ekonomi, penutupan sekolah, penutupan tempat kerja, penutupan tempat hiburan, hotel, restoran telah menyebabkan penurunan ekonomi di seluruh dunia," terangnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Purbaya Tunda Tarik...
Purbaya Tunda Tarik Pajak Pedagang Online Warisan Sri Mulyani, Ini Alasannya
5 Perbedaan Kebijakan...
5 Perbedaan Kebijakan Pajak Purbaya vs Sri Mulyani, Bak Langit dan Bumi
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Pensiun Jadi Menkeu,...
Pensiun Jadi Menkeu, Sri Mulyani akan Ngajar di Oxford
Penjarahan Rumah Sri...
Penjarahan Rumah Sri Mulyani hingga Sahroni, Polisi Tangkap 52 Tersangka
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Sri Mulyani Copot Jabatan...
Sri Mulyani Copot Jabatan Rafael Alun dari Ditjen Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved