Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:13 WIB
“Hasil kami merugi, jangankan untuk melanjutkan pertanian lagi, untuk hidup saja susah. Seharusnya ini jadi kajian pemerintah, rakyatnya sudah menderita kok malah dinaikkan lagi?,” katanya.
Apalagi di masa pandemi Covid-19, petani tembakau juga perlu bertahan hidup. Menurutnya, pemerintah hanya sepihak dalam mengambil kebijakan cukai. Agus mengaku pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam wacana kenaikan cukai rokok ini. Padahal, seharusnya pemerintah mengajak semua pihak untuk duduk bersama.
“Lalu kalau penyerapan industri tembakau melemah apa pemerintah mau beli hasil tembakau kami? Jangan hanya beri kebijakan tapi tidak ada solusi,” tambahnya.
(Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Batal Diumumkan Bulan Ini, Ada Apa? )
Lebih lanjut, Agus mengatakan, kenaikan cukai rokok sebenarnya sah-sah saja, asalkan pemerintah mempertimbangkan adanya komponen kecil yang harus diperhatikan seperti petani dan buruh tani tembakau.
Apalagi di masa pandemi Covid-19, petani tembakau juga perlu bertahan hidup. Menurutnya, pemerintah hanya sepihak dalam mengambil kebijakan cukai. Agus mengaku pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam wacana kenaikan cukai rokok ini. Padahal, seharusnya pemerintah mengajak semua pihak untuk duduk bersama.
“Lalu kalau penyerapan industri tembakau melemah apa pemerintah mau beli hasil tembakau kami? Jangan hanya beri kebijakan tapi tidak ada solusi,” tambahnya.
(Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Batal Diumumkan Bulan Ini, Ada Apa? )
Lebih lanjut, Agus mengatakan, kenaikan cukai rokok sebenarnya sah-sah saja, asalkan pemerintah mempertimbangkan adanya komponen kecil yang harus diperhatikan seperti petani dan buruh tani tembakau.
Lihat Juga :