Berat, Target Pemenuhan Bauran EBT Sebesar 23% di 2025
Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:27 WIB
"Sementara yang kita butuhkan untuk capai 23% kira-kira perlu tambahan 10.000 MW dari 2019-2025. Jadi, dengan demikian memang diperlukan effort yang lebih besar untuk tambah 10.000 MW," ujarnya dalam acara webminar pengembangan energi baru terbarukan, Kamis (22/10/2020). ( Baca juga:Soal Travel Bubble, PHRI Nantikan Kepastian Pemerintah )
Harris menambahkan, untuk menggenjot pemanfaatan pembangkit listrik berbasis EBT, pemerintah tengah merancang Peraturan Presiden (Perpres) tentang tarif listrik EBT. Di dalamnya mengatur mengenai harga atau feed in tariff dengan kapasitas maksimal 5 MW.
"Pengadaan juga bisa tunjuk langsung, dan kita berharap akan dorong lagi EBT ke depan. Selain itu, nantinya ada insentif tambahan, yaitu pemerintah akan tutup gap harga yang ada di perpres dengan biaya pokok produksi (BPP) oleh PLN jika memang ditemukan di daerah," jelasnya.
Harris menambahkan, untuk menggenjot pemanfaatan pembangkit listrik berbasis EBT, pemerintah tengah merancang Peraturan Presiden (Perpres) tentang tarif listrik EBT. Di dalamnya mengatur mengenai harga atau feed in tariff dengan kapasitas maksimal 5 MW.
"Pengadaan juga bisa tunjuk langsung, dan kita berharap akan dorong lagi EBT ke depan. Selain itu, nantinya ada insentif tambahan, yaitu pemerintah akan tutup gap harga yang ada di perpres dengan biaya pokok produksi (BPP) oleh PLN jika memang ditemukan di daerah," jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :