Pengembangan Ekonomi Hijau Butuh Terobosan Sains
Kamis, 22 Oktober 2020 - 23:36 WIB
"Potensi komoditas pertanian yang bagus, sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat, sepertisemangka, nanas, bilungka, dan petai. Selain itu ada beberapa jenis kayu, misalnya meranti rawa, gelam, dan gemor," kata dia.
Tetapi, pembukaan lahan gambut dapatmempengaruhi jumlah spesies endemik lahan gambut dan meningkatkan potensi kebakaran apabila tidak dikelola dengan benar. "Selain itu pembukaan lahan gambut jugaakan mempengaruhi kendali hidrologis," kata Yudi.
Yudi menambahkan, lahan gambut dapat menyerap 13 kali lipat dari beratnya dan menyimpan cadangankarbon yang besar. Melihat peran penting lahan gambut yang rentan terbakar,Guru Besar Fakultas Geofisika dan Meteorologi IPB University, Prof. Daniel Murdiyarso menekankan pada pengelolaan tata air. Tata air yang baik dapatmengurangi risiko kebakaran sekaligus emisi gas rumah kaca. "Kebakaran itu komponennya banyak, yang menentukan sekarang adalah bagaimana manajemen tata air di tempat yang terdegradasi,” jelas Daniel.
Untuk menemukanmanajemen tata tata air yang tepat, Prof Daniel mengatakan perlu melakukan pendekatan sains. Terutama pada teknik penyekatan kanal. "Penyekatan kanal akanmereduksi oksidasi bahan organik yang bisamenurunkan respirasi heterotrofik," ujar dia.
Baca Juga: Hore! Mulai Besok Tiket Pesawat Garuda Dijual Murah Nih..
Tetapi, pembukaan lahan gambut dapatmempengaruhi jumlah spesies endemik lahan gambut dan meningkatkan potensi kebakaran apabila tidak dikelola dengan benar. "Selain itu pembukaan lahan gambut jugaakan mempengaruhi kendali hidrologis," kata Yudi.
Yudi menambahkan, lahan gambut dapat menyerap 13 kali lipat dari beratnya dan menyimpan cadangankarbon yang besar. Melihat peran penting lahan gambut yang rentan terbakar,Guru Besar Fakultas Geofisika dan Meteorologi IPB University, Prof. Daniel Murdiyarso menekankan pada pengelolaan tata air. Tata air yang baik dapatmengurangi risiko kebakaran sekaligus emisi gas rumah kaca. "Kebakaran itu komponennya banyak, yang menentukan sekarang adalah bagaimana manajemen tata air di tempat yang terdegradasi,” jelas Daniel.
Untuk menemukanmanajemen tata tata air yang tepat, Prof Daniel mengatakan perlu melakukan pendekatan sains. Terutama pada teknik penyekatan kanal. "Penyekatan kanal akanmereduksi oksidasi bahan organik yang bisamenurunkan respirasi heterotrofik," ujar dia.
Baca Juga: Hore! Mulai Besok Tiket Pesawat Garuda Dijual Murah Nih..
Lihat Juga :