Kunci UMKM Naik Kelas, Adaptif dan Inovasi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:01 WIB
Baca Juga: Bagaimana Kondisi UMKM di Tengah Pandemi? Simak Hasil Surveinya!
Menurut Loto, selama ini UMKM di Indonesia masih terjebak dalam permasalahan yang sama dan masih belum bisa tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, permasalahan tersebut diperparah oleh kondisi pandemi Covid-19. "Masalah UMKM di Indonesia yang membuat UMKM ketinggalan dari usaha besar yaitu karena modal yang terbatas, kesediaan bahan baku, distribusi dan pemasaran, perizinan dan adminstrasi, lalu pengelolaan keuangan yang masih konvensional, serta keterbatasan dalam berinovasi. Namun kini permasalahan tersebut semakin berat karena kondisi pandemi," ujar Loto.
Baca Juga: Erick Kebut Pembentukan Holding BUMN, Perusahaan yang Tak Bisa Dimerger Akan Dibubarkan
Hasil survei yang dilakukan Mandiri Institute dan Kementerian BUMN menyatakan bahwa ternyata UMKM yang lebih dahulu masuk ke ranah online lebih kuat terutama dalam masa sulit seperti sekarang. UMKM Online memiliki daya tahan lebih dari 3 bulan dibanding UMKM Offline, pun secara omset UMKM Online cenderung lebih stabil dimana hanya 6,6% UMKM yang mengalami penurunan omzet akibat covid sedangkan UMKM Offline sebanyak 70%-nya mengalami penurunan omzet lebih dari 50%. Hasil riset tersebut juga memperlihatkan bahwa sebanyak 70% UMKM Offline mengajukan restrukturisasi kredit dibandingkan UMKM Online yang hanya diangka 43% saja.
Menurut Loto, selama ini UMKM di Indonesia masih terjebak dalam permasalahan yang sama dan masih belum bisa tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, permasalahan tersebut diperparah oleh kondisi pandemi Covid-19. "Masalah UMKM di Indonesia yang membuat UMKM ketinggalan dari usaha besar yaitu karena modal yang terbatas, kesediaan bahan baku, distribusi dan pemasaran, perizinan dan adminstrasi, lalu pengelolaan keuangan yang masih konvensional, serta keterbatasan dalam berinovasi. Namun kini permasalahan tersebut semakin berat karena kondisi pandemi," ujar Loto.
Baca Juga: Erick Kebut Pembentukan Holding BUMN, Perusahaan yang Tak Bisa Dimerger Akan Dibubarkan
Hasil survei yang dilakukan Mandiri Institute dan Kementerian BUMN menyatakan bahwa ternyata UMKM yang lebih dahulu masuk ke ranah online lebih kuat terutama dalam masa sulit seperti sekarang. UMKM Online memiliki daya tahan lebih dari 3 bulan dibanding UMKM Offline, pun secara omset UMKM Online cenderung lebih stabil dimana hanya 6,6% UMKM yang mengalami penurunan omzet akibat covid sedangkan UMKM Offline sebanyak 70%-nya mengalami penurunan omzet lebih dari 50%. Hasil riset tersebut juga memperlihatkan bahwa sebanyak 70% UMKM Offline mengajukan restrukturisasi kredit dibandingkan UMKM Online yang hanya diangka 43% saja.
(nng)
Lihat Juga :