Kekhawatiran pada Covid-19 Masih Tinggi, Danamon dan Manulife Beri Solusi Asuransi PPMe
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:29 WIB
Bancassurance Head Bank Danamon, Paulus Budihardja mengatakan, melihat biaya kesehatan yang terus naik dan kekhawatiran di tengah pandemi, Proteksi Prima Medika menjadi solusi sekaligus bukti komitmen kuat antara Danamon dan Manulife di mana risiko kesehatan saat ini lebih besar dari sebelum pandemi.
"Dengan solusi Proteksi Prima Medika, kami harap dapat memberikan perlindungan bagi nasabah dari risiko kesehatan dan mengurangi rasa kecemasan," ucapnya.
(Baca juga: Pandemi Gak Ngaruh, Banknya 'Kang Emil' Dulang Untung Rp1,2 Triliun )
Dia menjelaskan, PPMe adalah produk asuransi kesehatan yang menyediakan proteksi maksimal dengan premi terjangkau mulai dari Rp90.000 per bulan. Produk ini menawarkan manfaat perlindungan kesehatan dari santunan tunai harian rumah sakit hingga Rp1,5 juta dan manfaat harian ICU hingga Rp3 juta. Selain itu, pemegang polis dapat melakukan penggabungan manfaat dengan produk asuransi lain.
"PPMe juga dapat melindungi dari risiko finansial dalam membiayai perawatan kesehatan di Indonesia, sehingga nasabah dapat tetap fokus dan pegang kendali untuk meraih tujuan finansial mereka," sebut Paulus.
"Dengan solusi Proteksi Prima Medika, kami harap dapat memberikan perlindungan bagi nasabah dari risiko kesehatan dan mengurangi rasa kecemasan," ucapnya.
(Baca juga: Pandemi Gak Ngaruh, Banknya 'Kang Emil' Dulang Untung Rp1,2 Triliun )
Dia menjelaskan, PPMe adalah produk asuransi kesehatan yang menyediakan proteksi maksimal dengan premi terjangkau mulai dari Rp90.000 per bulan. Produk ini menawarkan manfaat perlindungan kesehatan dari santunan tunai harian rumah sakit hingga Rp1,5 juta dan manfaat harian ICU hingga Rp3 juta. Selain itu, pemegang polis dapat melakukan penggabungan manfaat dengan produk asuransi lain.
"PPMe juga dapat melindungi dari risiko finansial dalam membiayai perawatan kesehatan di Indonesia, sehingga nasabah dapat tetap fokus dan pegang kendali untuk meraih tujuan finansial mereka," sebut Paulus.
(ind)
Lihat Juga :