Sentrafarm Jadi Solusi Teknologi Pertanian Masa Depan

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 23:00 WIB
"Ini kita lihat dengan teknologi industry vertical farming ini kita bisa menyelesaikan sebagian dari masalah tersebut, dimana dengan sistem ini kita bisa memproduksi 50 kali lebih banyak dikarenakan kita menggunakan artificial lightning, tidak menggunakan matahari tapi menggunakan panjang cahaya spektrum tertentu dengan menggunakan LED kita bisa menghemat space dengan menumpuk skala vertikal," katanya.

Dengan intensitas cahaya yang diterima jauh lebih banyak dibandingkan pertanian konvensional, imbuhnya tanaman bisa panen jauh lebih cepat. Dari yang biasanya konvensional pertanian membutuhkan waktu tiga bulan untuk panen, di sistem ini hanya membutuhkan 25 sampai 30 hari. "Karena ini di tempat tertutup kita bisa control climatenya dimana sangat aman, tidak menggunakan pestisida sama sekali dan airnya cycle di mana kita menggunakan 95 kali lebih sedikit air dibanding pertanian konvensional," ucapnya.

Baca Juga: Food Estate Diutamakan di Lahan Mineral

Selain itu, di Indonesia, menurutnya, memiliki masalah pada regenerasi petani, dimana mayoritaa petani menginginkan anak-anaknya agar tidak menjadi petani nantinya. "Ini yang kita lihat sebagai salah satu yang bisa jadi solusi, yang kita lihat dari tim internal kita sendiri, kita perusahaan pertanian tapi yang lulusan pertanian cuma dua orang, kebanyakan engineer dan software developer, ini yang udah belajar pertanian malah karirnya di bidang lain, ini kita yang jelas-jelas bidang lain malah karirnya di pertanian. Ini salah satu benefit yang kita bisa lihat secara langsung," tuturnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!