Ekonomi AS Bangkit dari Resesi, Apa Pengaruhnya ke Indonesia?
Senin, 02 November 2020 - 14:21 WIB
Dihubungi terpisah, Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, bangkitnya ekonomi AS pada kuartal III 2020 tidak terlepas dari bantuan pemerintah AS yang mengucurkan dana hingga USD 3 triliun. Langkah ini juga merupakan langkah politis dari Trump yang tengah menghadapi pemilihan presiden. Jadi segala upaya dilakukan Trump untuk membuat ekonomi AS membaik.
"Selain ditunjang dari program pemerintah, ekonomi AS ditunjang oleh membaiknya ekonomi China yang sudah pulih akibat dari pandemi," kata Huda.
(Baca Juga: Rekor Tertinggi, Defisit Anggaran AS Mencapai Rp44.700 Triliun )
Laju ekspor impor AS-China yang besar membuat ketika perekonomian China pulih karena percepatan ekonomi di AS juga meningkat. Namun menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan negara yang tidak terlalu dipengaruhi oleh perdagangan luar negeri ekspor impor.
"Ekonomi kita banyak dipengaruhi oleh konsumsi domestik. Maka perbaikan ekonomi China dan AS tidak berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kita," tegas Huda.
"Selain ditunjang dari program pemerintah, ekonomi AS ditunjang oleh membaiknya ekonomi China yang sudah pulih akibat dari pandemi," kata Huda.
(Baca Juga: Rekor Tertinggi, Defisit Anggaran AS Mencapai Rp44.700 Triliun )
Laju ekspor impor AS-China yang besar membuat ketika perekonomian China pulih karena percepatan ekonomi di AS juga meningkat. Namun menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan negara yang tidak terlalu dipengaruhi oleh perdagangan luar negeri ekspor impor.
"Ekonomi kita banyak dipengaruhi oleh konsumsi domestik. Maka perbaikan ekonomi China dan AS tidak berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kita," tegas Huda.
(akr)
Lihat Juga :