Pemanfaatan Data Kebut Program Pengentasan Kemiskinan
Selasa, 03 November 2020 - 21:39 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan akibat pandemi Covid-19 , angka kemiskinan pada Maret 2020 bertambah 1,63 juta orang menjadi 26,4 juta orang. Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat dan masyarakat lapisan bawah merupakan kelompok paling terdampak.
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesehatan Sosial Andi Zainal Abidin Dulung mengatakan, persoalan yang dihadapi oleh pemerintah adalah capaian-capaian kemiskinan yang tadinya sudah 1 digit, yaitu 9,21%, namun dengan adanya pandemi angka kemiskinan pasti akan berubah. ( Baca juga:Pariwisata Masih Lesu Pengaruhi Laju Inflasi di Oktober )
Menurutnya akan ada beberapa skenario yang disiapkan untuk kemungkinan yang muncul ke depan. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sampai dengan Rp200 triliun lebih dalam rangka menghadapi pandemi.
"Khusus Kementerian Sosial kita ada anggaran Rp121 triliun," katanya saat webinar di Jakarta Selasa (3/11/2020).
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesehatan Sosial Andi Zainal Abidin Dulung mengatakan, persoalan yang dihadapi oleh pemerintah adalah capaian-capaian kemiskinan yang tadinya sudah 1 digit, yaitu 9,21%, namun dengan adanya pandemi angka kemiskinan pasti akan berubah. ( Baca juga:Pariwisata Masih Lesu Pengaruhi Laju Inflasi di Oktober )
Menurutnya akan ada beberapa skenario yang disiapkan untuk kemungkinan yang muncul ke depan. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sampai dengan Rp200 triliun lebih dalam rangka menghadapi pandemi.
"Khusus Kementerian Sosial kita ada anggaran Rp121 triliun," katanya saat webinar di Jakarta Selasa (3/11/2020).
Lihat Juga :