Waspada, Pilpres AS Dapat Meningkatkan Ketidakpastian Pasar

Rabu, 04 November 2020 - 07:05 WIB
Namun, rilisan data di negara-negara Asia masih menunjukkan perbaikan, dipimpin oleh China. Laju pemulihan ekonomi China terlihat on the track, dengan indikator PMI manufaktur yang masih mencatatkan kenaikan di bulan September.

China pun diperkirakan masih akan tumbuh di zona positif pada tahun ini dan terhindar dari resesi. Hal ini kemungkinan akan membuat bank sentral China (PBoC) menjadi kurang agresif dalam melakukan pelonggaran kebijakan moneter, tetapi kebijakan akan tetap bersifat akomodatif.

"Bahkan saat ini fokus PBoC adalah menjadikan yuan menjadi mata uang digital dunia," ungkap Juky. ( Baca juga:Kominfo Bantu Startup yang Terjebak di Level Menengah )

Rencana tersebut tentunya akan memberikan dampak pada sistem moneter internasional.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!