Demi Target Lifting, SKK Migas Undang Investor Asing ke Konvensi Internasional
Rabu, 04 November 2020 - 19:19 WIB
"Kita ingin berikan sinyal kepada investor luar bahwa hulu migas Indonesia dalam masa transformasi saat ini. Kita akan melibatkan pembicara (investor) di dalam dan luar negeri untuk sampaikan pendapat dan ide dari mereka agar target 1 juta barel dan 12 BSCFD bisa tercapai," ujar Luky dalam konferensi pers, Rabu (4/11/2020).
Secara total, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 5.000 orang. Jumlah itu terdiri dari investor luar dan dalam negeri yang berasal dari berbagai sektor bisnis, serta partisipasi dari kalangan profesional.
"Bisa lebih 5.000 orang, mungkin angka sedikit pesimis dan partisipan tidak hanya dari domestik tapi juga dari luar negeri, dan juga dari berbagai macam sektor, tidak hanya perusahaan migas tapi juga calon investor, national profession association, kami juga mengundang mahasiswa-mahasiswi," kata dia.
(Baca juga: Pilpres AS Jadi Sentimen Utama Pasar Saham, Investor Harus Lakukan Ini )
Dalam pegelaran itu, manajemen SKK Migas juga akan meluncurkan stimulus fiskal seperti pengelolaan barang milik negara. Stimulus ini menjadi jalan untuk mempercepat optimalisasi aset negara. Lalu, ada stimulus baru di sektor perpajakan untuk mendukung kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Secara total, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 5.000 orang. Jumlah itu terdiri dari investor luar dan dalam negeri yang berasal dari berbagai sektor bisnis, serta partisipasi dari kalangan profesional.
"Bisa lebih 5.000 orang, mungkin angka sedikit pesimis dan partisipan tidak hanya dari domestik tapi juga dari luar negeri, dan juga dari berbagai macam sektor, tidak hanya perusahaan migas tapi juga calon investor, national profession association, kami juga mengundang mahasiswa-mahasiswi," kata dia.
(Baca juga: Pilpres AS Jadi Sentimen Utama Pasar Saham, Investor Harus Lakukan Ini )
Dalam pegelaran itu, manajemen SKK Migas juga akan meluncurkan stimulus fiskal seperti pengelolaan barang milik negara. Stimulus ini menjadi jalan untuk mempercepat optimalisasi aset negara. Lalu, ada stimulus baru di sektor perpajakan untuk mendukung kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
(ind)
Lihat Juga :