Dorong Ekspor Nasional, LPEI Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perdagangan
Jum'at, 06 November 2020 - 05:00 WIB
Program tersebut bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar siap menjadi eksportir dan bankable. Selain itu, LPEI juga akan menggelar Coaching Clinic bagi para pelaku UKM untuk menambah pengetahuan dalam berbisnis dan menembus pasar ekspor.
Sementara itu, saat memberikan sambutan di acara yang sama, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya sinergi antarlembaga. Menurut dia, saat ini berbagai terobosan untuk mendukung percepatan dan peningkatan ekspor sangat diperlukan. "Sinergi antara dunia usaha, antar lembaga perbankan dan pemerintah jadi salah satu faktor pendukungnya," ujarnya.
D. James Rompas menambahkan, saat ini LPEI menerima penugasan Pemerintah dalam program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM Berorientasi Ekspor yang diluncurkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.372/KMK.08/2020. Pada kesempatan acara di Cirebon ini disampaikan secara simbolis penyaluran fasilitas pembiayaan Kredit Modal Kerja melalui skema PKE UKM Berorientasi Ekspor kepada 2 (dua) pelaku usaha UKM berorientasi ekspor yaitu PT Urchindise Indonesia dan CV Indo Arab Interprise. “Di masa pemulihan akibat pandemi, LPEI menilai banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finasial maupun non finansial," kata James.
Baca Juga: Pembebasan Tarif Bea Masuk Diperpanjang, Mendag: Kita Genjot Ekspor!
Dalam hal bentuk dukungan finansial, LPEI memiliki produk Penjaminan dimana LPEI berperan sebagai credit enhancer yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mendapatkan akses pembiayaan dari bank. “Akses pembiayaan ini dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk memulihkan roda bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat perlemahan aktivitas ekonomi yang di sebabkan oleh Pandemi,” imbuhnya. Adapun dukungan non finansial, salah satunya dilakukan LPEI dengan mendampingi UMKM di daerah melalui program Desa Devisa dengan tujuan UMKM tersebut dapat mandiri mengelola usaha hingga akhirnya mampu melakukan ekspor.
Sementara itu, saat memberikan sambutan di acara yang sama, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya sinergi antarlembaga. Menurut dia, saat ini berbagai terobosan untuk mendukung percepatan dan peningkatan ekspor sangat diperlukan. "Sinergi antara dunia usaha, antar lembaga perbankan dan pemerintah jadi salah satu faktor pendukungnya," ujarnya.
D. James Rompas menambahkan, saat ini LPEI menerima penugasan Pemerintah dalam program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM Berorientasi Ekspor yang diluncurkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.372/KMK.08/2020. Pada kesempatan acara di Cirebon ini disampaikan secara simbolis penyaluran fasilitas pembiayaan Kredit Modal Kerja melalui skema PKE UKM Berorientasi Ekspor kepada 2 (dua) pelaku usaha UKM berorientasi ekspor yaitu PT Urchindise Indonesia dan CV Indo Arab Interprise. “Di masa pemulihan akibat pandemi, LPEI menilai banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finasial maupun non finansial," kata James.
Baca Juga: Pembebasan Tarif Bea Masuk Diperpanjang, Mendag: Kita Genjot Ekspor!
Dalam hal bentuk dukungan finansial, LPEI memiliki produk Penjaminan dimana LPEI berperan sebagai credit enhancer yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mendapatkan akses pembiayaan dari bank. “Akses pembiayaan ini dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk memulihkan roda bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat perlemahan aktivitas ekonomi yang di sebabkan oleh Pandemi,” imbuhnya. Adapun dukungan non finansial, salah satunya dilakukan LPEI dengan mendampingi UMKM di daerah melalui program Desa Devisa dengan tujuan UMKM tersebut dapat mandiri mengelola usaha hingga akhirnya mampu melakukan ekspor.
(nng)
Lihat Juga :