Nasib Garuda: Dihajar Rugi, Terbawa-bawa Kasus Dugaan Suap di Luar Negeri
Jum'at, 06 November 2020 - 16:16 WIB
Pendapatan dari penerbangan berjadwal mengalami penurunan signifikan, yaitu USD917,2 juta dari sebelumnya USD2,79 miliar. Begitu juga dengan penerbangan tidak berjadwal sebesar USD46,9 juta dari sebelumnya USD249,9 juta dan pendapatan lainnya sebesar USD174,5 juta dari sebelumnya USD494,8 juta.
Garuda Indonesia mencatatkan adanya penurunan beban usaha di kuartal III-2020 yaitu sebesar USD2,24 miliar atau turun 31,71% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD3,28 miliar. Perseroan juga mencatat adanya beban lain-lain sebesar USD30,5 juta dari sebelumnya surplus USD13,6 juta. ( Baca juga:Pilpres AS Kacau Tanpa Pemenang Pasti, Publik China Tertawa )
Garuda Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar USD10,36 miliar dan ekuitas sebesar negatif USD455,5 juta. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi USD9,90 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar USD4,45 miliar.
Garuda Indonesia mencatatkan adanya penurunan beban usaha di kuartal III-2020 yaitu sebesar USD2,24 miliar atau turun 31,71% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD3,28 miliar. Perseroan juga mencatat adanya beban lain-lain sebesar USD30,5 juta dari sebelumnya surplus USD13,6 juta. ( Baca juga:Pilpres AS Kacau Tanpa Pemenang Pasti, Publik China Tertawa )
Garuda Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar USD10,36 miliar dan ekuitas sebesar negatif USD455,5 juta. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi USD9,90 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar USD4,45 miliar.
(uka)
Lihat Juga :