Ekonom Ini dan Sri Mulyani Sehati: Kondisi Terburuk Sudah Dilewati

Sabtu, 07 November 2020 - 23:18 WIB
"Kuartal II minus 5,3 persen, kuartal III minus 3,49 persen sebenarnya ini di bawah konsensus ya. Konsensus terburuk di kuartal III itu minus 3%. Tetapi tetap saja quarter to quarter malah tumbuh," terangnya.

(Baca Juga: Sri Mulyani: Tanpa Bersatu, RI Sulit Keluar dari Krisis )

Ia menjelaskan, salah satu indikator ekonomi yang cukup adaptif di tengah masa pandemi adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) yang tumbuh. Pada PSBB jilid I di bulan April PMI anjlok hingga ke 27. Namun, setelah PSBB dilonggarkan meningkat ke 50,8.

Kemudian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat PSBB jilid II, namun tidak jatuh terlalu dalam karena ekonomi sudah kembali solid. "Kita lihat magnitudenya itu kembali ke 47 persen. artinya tidak anjlok seperti PSBB jilid I," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!