Dibayang-bayangi Pandemi, Mendung Masih Gelayuti Ekonomi RI

Senin, 09 November 2020 - 10:56 WIB
Saat ini, lanjut dia, ekonomi Indonesia akan menghadapi gejala serupa dengan pelonggaran cuti panjang beberapa waktu lalu. Hal ini menurutnya akan tetap menjadi awan mendung bagi pemulihan ekonomi ke depan.

"Pelambatan pemulihan ekonomi selain disebabkan masih tingginya kasus Covid-19 dengan kasus harian di atas 3.000 kasus/hari selama triwulan III, juga tidak bergeraknya investasi masyarakat, lambatnya penanganan Covid, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi yang rendah hingga konsumsi masyarakat yang masih stagnan," tandasnya.

(Baca Juga: Beda Sendiri, KSP Sebut Pertumbuhan -3,49% Sinyal Pemulihan Ekonomi)

Dia menilai bantuan sosial tidak efektif menopang konsumsi masyarakat. Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari Rp176,38 triliun telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020.

"Ketidakefekektifan program ini banyak disebabkan ketidaktepatan sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung, besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," bebernya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!