Beda Sendiri, KSP Sebut Pertumbuhan -3,49% Sinyal Pemulihan Ekonomi
Kamis, 05 November 2020 - 13:47 WIB
loading...
Kantor Staf Presiden (KSP) meyakini ekonomi Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2020 -3,49%. Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono mengatakan, meski terkontraksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mengalami pemulihan.
"Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2020 memang masih negatif. Tetapi, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II/2020. Berikutnya, yang juga sangat penting adalah apa yang harus kita lakukan?" katanya melalui keterangan persnya, Kamis (5/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Resmi Resesi, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2020 Minus 3,49%)
Dia menilai strategi pemerintah merancang sejumlah program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai langkah yang tepat. Selain itu, pemerintah terus mendorong belanja pemerintah.
Edy menyebut hal seperti itu perlu terus dilakukan selama perekonomian belum sepenuhnya pulih. Di samping itu, kelompok menengah-atas perlu terus didorong untuk meningkatkan konsumsinya.
"Selama ini mereka diduga banyak menempatkan uangnya sebagai tabungan. Pemerintah perlu mendukung dengan menegakkan aturan tentang protokol kesehatan/Covid. Karena kelompok menengah-atas hanya akan mau keluar dan berbelanja (secara fisik) jika merasa aman," ungkapnya.
Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih baik dibanding beberapa negara. Berdasarkan data BPS, ada negara yang pertumbuhan ekonominya di kuartal III/2020 lebih baik daripada Indonesia, seperti China 4,9%, Taiwan 3,3%, Vietnam 2,62%.
"Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2020 memang masih negatif. Tetapi, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II/2020. Berikutnya, yang juga sangat penting adalah apa yang harus kita lakukan?" katanya melalui keterangan persnya, Kamis (5/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Resmi Resesi, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2020 Minus 3,49%)
Dia menilai strategi pemerintah merancang sejumlah program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai langkah yang tepat. Selain itu, pemerintah terus mendorong belanja pemerintah.
Edy menyebut hal seperti itu perlu terus dilakukan selama perekonomian belum sepenuhnya pulih. Di samping itu, kelompok menengah-atas perlu terus didorong untuk meningkatkan konsumsinya.
"Selama ini mereka diduga banyak menempatkan uangnya sebagai tabungan. Pemerintah perlu mendukung dengan menegakkan aturan tentang protokol kesehatan/Covid. Karena kelompok menengah-atas hanya akan mau keluar dan berbelanja (secara fisik) jika merasa aman," ungkapnya.
Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih baik dibanding beberapa negara. Berdasarkan data BPS, ada negara yang pertumbuhan ekonominya di kuartal III/2020 lebih baik daripada Indonesia, seperti China 4,9%, Taiwan 3,3%, Vietnam 2,62%.
Lihat Juga :