Rupiah Bertengger di Rp14.187/USD, Bos BI: Masih Undervalue

Jum'at, 13 November 2020 - 05:30 WIB
Sedangkan transaksi berjalan defisit USD 2,9 miliar kuartal II-2020 dan premi risiko menurun. "Dengan melihat bahwa inflasi rendah, transaksi berjalan defisitnya rendah, daya tarik aset keuangan Indonesia yang tinggi dan premi risiko yang menurun," tegasnya.

(Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat, Efek Vaksin? )

Sementara itu Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan aset berisiko kelihatannya masih menarik untuk para pelaku pasar hari ini dengan sentimen positif dari kemajuan pengembangan vaksin Covid-19. "Vaksin adalah faktor kunci yang bisa mengeluarkan negara-negara dari pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi kembali," kata Ariston.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!