Kadin Dorong Petani Jadi Konglomerat, Ini Caranya

Jum'at, 13 November 2020 - 20:35 WIB
"Petani jalan sendiri, yang kecil-kecil itu rata-rata gagal karena disiplinnya tidak ada, maupun tidak tahu caranya, dan tidak ada akses kepada bibit yang baik. Terus barangnya sudah diproduksi pun, jualnya susah, jadi serba susah," katanya dalam jumpa pers JFSS-5 dengan media massa nasional di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

(Baca juga: Kementan Pacu Inovasi Tanaman Hias untuk Ekspor )

Dia mengungkapkan, Kadin bersama Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) telah berhasil memberikan pendampingan kepada lebih dari 1 juta petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pendampingan, petani mampu meningkatan produktivitas yang secara otomatis meningkatkan pendapatan mereka.

Menurut Franky, meningkatkan produktivitas para petani dan sekaligus mencapai ketahanan pangan tidaklah mudah karena ada sejumlah kendala yang harus dihadapi, seperti ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, pembiayaan, pemasaran, irigasi, sarana penyimpanan hasil pertanian dan sarana prasarana lainnya, serta kelembagaan. Kendala lainnya juga, kebijakan pemerintah menyangkut bibit dan bahan baku peternakan sapi penggemukan.

(Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkot Tangerang Sulap Lahan Tidur Jadi Produktif )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!