Siapkah Kita Menghadapi Perdagangan Bebas ASEAN Plus?
Jum'at, 13 November 2020 - 21:49 WIB
India yang sempat menjadi bagian dari negosiasi kesepatan dagang menarik diri karena kekhawatiran akan tarif yang lebih rendah dan dapat merugikan produsen lokal. Adapun China, Jepang, dan Korea Selatan, kemungkinan tetap karena untuk mengimbangi pengaruh AS di wilayah pasifik yang sempat mempelopori Trans-Pacific Partnership (TPP) sebelum akhirnya dibekukan oleh Presiden Donald Trump.
(Baca juga: Trump Akan Fokus Bisnis )
Lalu, sebenarnya apakah kelebihan dari RCEP ini? Tentu saja, tujuan utamanya adalah untuk mengairahkan iklim perdagangan antar-kawasan sehingga perekonomian bisa sama-sama tumbuh. Namun, secara lebih spesifik dalam perjanjian ini antara lain akan disepakati pembebasan sejumlah tarif impor yang berlaku dalam 20 tahun ke depan.
Tak hanya itu, perjanjian tersebut juga mencakup ketentuan tentang kekayaan intelektual, telekomunikasi, layanan keuangan, e-commerce, dan layanan profesional lainnya.
Dengan luasnya cakupan perjanjian tersebut, menarik ditunggu bagaimana kesiapan Indonesia untuk berkiprah di perdagangan lintas negara. Jangan sampai kesepakatan ini justru menjadi karpet merah untuk masuknya produk impor dengan harga murah, sehingga menekan produksi dalam negeri. Selain itu, yang tak boleh dilupakan adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk bersaing, dan jangan sampai justru SDM asing yang menyerbu negeri ini tanpa repatriasi yang seimbang.
(Baca juga: Trump Akan Fokus Bisnis )
Lalu, sebenarnya apakah kelebihan dari RCEP ini? Tentu saja, tujuan utamanya adalah untuk mengairahkan iklim perdagangan antar-kawasan sehingga perekonomian bisa sama-sama tumbuh. Namun, secara lebih spesifik dalam perjanjian ini antara lain akan disepakati pembebasan sejumlah tarif impor yang berlaku dalam 20 tahun ke depan.
Tak hanya itu, perjanjian tersebut juga mencakup ketentuan tentang kekayaan intelektual, telekomunikasi, layanan keuangan, e-commerce, dan layanan profesional lainnya.
Dengan luasnya cakupan perjanjian tersebut, menarik ditunggu bagaimana kesiapan Indonesia untuk berkiprah di perdagangan lintas negara. Jangan sampai kesepakatan ini justru menjadi karpet merah untuk masuknya produk impor dengan harga murah, sehingga menekan produksi dalam negeri. Selain itu, yang tak boleh dilupakan adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk bersaing, dan jangan sampai justru SDM asing yang menyerbu negeri ini tanpa repatriasi yang seimbang.
(ynt)
Lihat Juga :