Hibernasi hingga Kompromi, Ini Skenario Pemerintah Hadapi Pandemi
Sabtu, 14 November 2020 - 19:25 WIB
Namun, imbuh dia, jika melihat beberapa indikator yang ada, diperkirakan pandemi Covid-19 baru benar-benar pergi dan normal baru baru akan terjadi di tahun depan. Ini terjadi meskipun nantinya vaksin akan segera didistribusikan kepada masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Karena vaksin kalaupun distirbusi, tidak suddenly seluruh masyarakat divaksin, pasti bertahap. Ini beri gambaran, aspek survivability yang terjadi di 2020 mungkin akan berlanjut di 2021," kata Hidayat.
(Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Lambat, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Umbar Optimisme)
Jika periode pandemi Covid-19 ini berjalan lebih lama, maka skenario hibernasi tak bisa kembali lagi digunakan. Jika hal ini terjadi, maka langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan kompromi antara aktivitas ekonomi tapi kesehatan juga tetap diterapkan dengan ketat.
"Kalau periodenya lebih panjang, cara hadapinya juga berbeda. Tidak cukup hibernasi tapi harus menemukan titik kompromi antara aktivitas ekonomi tetap berjalan tapi dengan protokol kesehatan tetap disiplin. Artinya tidak terjadi eskalasi kenaikan kasus Covid-19 harus flattening tapi aktivitas ekonomi kembali," jelasnya.
"Karena vaksin kalaupun distirbusi, tidak suddenly seluruh masyarakat divaksin, pasti bertahap. Ini beri gambaran, aspek survivability yang terjadi di 2020 mungkin akan berlanjut di 2021," kata Hidayat.
(Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Lambat, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Umbar Optimisme)
Jika periode pandemi Covid-19 ini berjalan lebih lama, maka skenario hibernasi tak bisa kembali lagi digunakan. Jika hal ini terjadi, maka langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan kompromi antara aktivitas ekonomi tapi kesehatan juga tetap diterapkan dengan ketat.
"Kalau periodenya lebih panjang, cara hadapinya juga berbeda. Tidak cukup hibernasi tapi harus menemukan titik kompromi antara aktivitas ekonomi tetap berjalan tapi dengan protokol kesehatan tetap disiplin. Artinya tidak terjadi eskalasi kenaikan kasus Covid-19 harus flattening tapi aktivitas ekonomi kembali," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :