Ekplorasi Masif Terus Dilakukan untuk Penemuan Cadangan Migas Besar

Selasa, 17 November 2020 - 07:29 WIB
Pemerintah juga telah melaksanakan survei di beberapa blok tersebut dengan menggunakan data-data seismik 2D, Passive Seismic Tomography (PST), rembesan mikro, penelitian geologi dan geofisika, serta metode lainnya. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi cadangan migas di wilayah kerja tersebut.

Kepala Divisi Perencanaan Eksplorasi Shinta Damayanti menambahkan, sebanyak 16 sumur eksplorasi dengan potensi cadangan migas besar akan dibor selama periode 2021-2022. Dari ke-16 sumur tersebut, 12 sumur akan dibor pada tahun 2021 dan sisanya pada periode 2022.

Secara terperinci, sebanyak 16 sumur eksplorasi dengan potensi besar yang akan dibor dua tahun mendatang adalah berikut, tiga sumur berlokasi di Aceh-Sumatera Utara (Parang-Parang, Timpan, Rencong), satu sumur di Sumatera Tengah (Secanggang), dua di Sumatera Selatan (Jangga, NEB), lima di Kalimantan Timur (Hiu Merah, Maha, SSD, Yuki, Konta) dan lima di Indonesia bagian timur (Kaleyo, Lofin, Opior, Omah, Takdir). (Lihat videonya: Arab Saudi tutup Kembali Izin Umrah untuk Jamaah Indonesia)

SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tengah berdiskusi mengenai rencana program dan anggaran (WP&B) pengeboran eksplorasi tahun 2021. Selain 12 sumur dengan potensi cadangan migas besar, pada 2021 juga akan dibor 12 sumur eksplorasi lainnya. “Berpotensi bertambah 17 sumur seiring dengan pembahasan WP&B 2021 yang saat ini sedang berlangsung,” kata Shinta. (Yanto Kusdiantono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!