Bensin Premium Dihapus, Nasib BBM Satu Harga Apa Kabar?
Selasa, 17 November 2020 - 12:32 WIB
Catatan kedua, Eddy meminta Pemerintah untuk mempertahankan ketersediaan BBM jenis Premium di daerah-daerah Tertinggal, Terluar, Terdalam (3T). "Sebaiknya BBM jenis Premium tersebut harus tetap ada di daerah-daerah 3T tersebut karena memang BBM jenis minyak tanah pun masih dipergunakan. Oleh karena itu, kita harus melaksanakan kebijakan ini secara selektif dan progresif," kata dia.
Baca Juga: Asiap! Premium Dihapus Pertamax Cs Jadi Murah?
Eddy mengapresiasi Pertamina yang menurutnya telah melaksanakan program tersebut dengan naik, salah satunya dengan memberikan diskon atas harga dari BBM dengan RON di atas 92. Dia menilai, kebijakan diskon tersebut memberikan peluang bagu masyarakat untuk berangsur-angsur berpindah dari Premium ke BBM jenis Pertalite dan Pertamax. "Saat ini di sejumlah daerah seperti Subang dan Tegal, kita sudah tidak melihat penjualan BBM jenis Premium dan ternyata masyarakat bisa menerimanya dengan baik." katanya.
Dengan demikian, pemerintah berharap ke depannya pengurangan BBM jenis Premium bisa dilaksanakan secara bertahap di daerah-daerah tertentu seperti Jawa, Bali, Sumatera, sehingga target pengurangan emisi dari sektor transportasi bisa terlaksana tanpa gangguan serta gejolak sosial lainnya.
Baca Juga: Asiap! Premium Dihapus Pertamax Cs Jadi Murah?
Eddy mengapresiasi Pertamina yang menurutnya telah melaksanakan program tersebut dengan naik, salah satunya dengan memberikan diskon atas harga dari BBM dengan RON di atas 92. Dia menilai, kebijakan diskon tersebut memberikan peluang bagu masyarakat untuk berangsur-angsur berpindah dari Premium ke BBM jenis Pertalite dan Pertamax. "Saat ini di sejumlah daerah seperti Subang dan Tegal, kita sudah tidak melihat penjualan BBM jenis Premium dan ternyata masyarakat bisa menerimanya dengan baik." katanya.
Dengan demikian, pemerintah berharap ke depannya pengurangan BBM jenis Premium bisa dilaksanakan secara bertahap di daerah-daerah tertentu seperti Jawa, Bali, Sumatera, sehingga target pengurangan emisi dari sektor transportasi bisa terlaksana tanpa gangguan serta gejolak sosial lainnya.
(nng)
Lihat Juga :