Tugas Berat Menanti Direktur Keuangan Baru Garuda

Jum'at, 20 November 2020 - 15:15 WIB
Namun untungnya Garuda telah memperoleh dana segar melalui obligasi sebesar Rp8,5 triliun. Hal ini sesuai keputusan RUPSLB dalam rangka penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) atau Mandatory Convertible Bond dengan nilai total maksimum sebesar Rp8,5 triliun dengan tenor maksimal selama tujuh tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru Perseroan pada tanggal jatuh tempo melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Persetujuan tersebut diraih melalui persetujuan suara sebesar 99,94% dari total pemegang saham yang hadir pada RUPSLB tersebut yang digelar pada Jumat (20/11).

(Baca Juga : Pandemi Membuat BUMN Rugi Makin Banyak, Terbesar di Jiwasraya)

Menurut Irfan dengan disetujuinya penerbitan OWK tersebut tentunya perseroan optimis dapat semakin mendukung upaya penguatan likuiditas dan perbaikan posisi keuangan Perseroan guna menunjang keberlangsungan usaha di masa yang akan datang.

“Dengan demikian, Garuda Indonesia dapat terus memaksimalkan peran strategisnya sebagai national flag carrier dalam menghadirkan konektivitas udara yang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta turut meningkatkan peran andil Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan terpercaya untuk menghadirkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut dia, dana dari yang diperoleh dari penerbitan OWK ini akan dipergunakan untuk mendukung likuditas, solvabilitas serta pembiayaan operasional perseroan.
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!