Rupiah dan IHSG Diramal Lebih Perkasa Tahun Depan
Minggu, 22 November 2020 - 04:04 WIB
Dengan demikian, kata Piter, Bank Indonesia berpeluang kembali menurunkan suku bunga acuan maksimum 50 bps dan akan membawa suku bunga acuan ke level 3,5%, terendah sepanjang sejarah kebijakan moneter di Indonesia.
Dengan asumsi skenario pesimis, pelaksanaan vaksinasi berjalan lambat dan pandemi belum bisa berakhir pada tahun 2021, bahkan kasus Covid-19 meningkat sehingga mendorong terjadinya pengetatan PSBB kembali, pemburukan di sektor riil diperkirakan akan terjadi, yang kemudian merambat ke sektor keuangan.
(Baca juga: Perpanjang PSBB, Pasien Sembuh di Kota Tangerang Terus Bertambah )
Adapun indikator indikator sistem perbankan akan mulai memburuk, tingkat Non-Performing Loan (NPL) berpotensi melonjak melewati batas psikologis lima persen. Pemburukan pada kualitas kredit selanjutnya akan mempengaruhi tingkat keuntungan serta menggerus modal.
"Sebaliknya, dengan asumsi skenario optimis, pandemi akan berakhir pada triwulan ketiga 2021 dan perekonomian akan berangsur pulih lebih cepat, sehingga akan mendorong penguatan kembali sektor perbankan," ungkap Piter.
Dengan asumsi skenario pesimis, pelaksanaan vaksinasi berjalan lambat dan pandemi belum bisa berakhir pada tahun 2021, bahkan kasus Covid-19 meningkat sehingga mendorong terjadinya pengetatan PSBB kembali, pemburukan di sektor riil diperkirakan akan terjadi, yang kemudian merambat ke sektor keuangan.
(Baca juga: Perpanjang PSBB, Pasien Sembuh di Kota Tangerang Terus Bertambah )
Adapun indikator indikator sistem perbankan akan mulai memburuk, tingkat Non-Performing Loan (NPL) berpotensi melonjak melewati batas psikologis lima persen. Pemburukan pada kualitas kredit selanjutnya akan mempengaruhi tingkat keuntungan serta menggerus modal.
"Sebaliknya, dengan asumsi skenario optimis, pandemi akan berakhir pada triwulan ketiga 2021 dan perekonomian akan berangsur pulih lebih cepat, sehingga akan mendorong penguatan kembali sektor perbankan," ungkap Piter.
(ind)
Lihat Juga :