Demi Tegaknya Produksi Udang Lokal, KKP Berseluncur ke Hawaii

Senin, 23 November 2020 - 11:57 WIB
Menteri Edhy menjelaskan, Indonesia punya potensi lahan untuk budidaya air payau atau tambak hingga mencapai 2,8 juta hektare, namun yang dimanfaatkan baru sekitar 21,64 % atau seluas 605.000 hektare. Dari luasan tersebut, tambak yang produktif untuk budidaya udang hanya mencapai 40% atau 242.000 hektare.

Kendala yang dihadapi selama ini adalah induk udang vaname unggul yang sebagian besar masih harus impor. Pada 2018, Indonesia mengeluarkan rekomendasi impor induk udang vaname sebanyak 226 ribu ekor, kemudian meningkat menjadi 596 ribu ekor pada 2019 dan per 6 November 2020 naik lagi menjadi 653 ribu ekor. ( Baca juga:Duh, Tingkat Kecurangan Transaksi e-Commerce Capai 35% )

"Kebutuhan induk udang vaname selama ini dipenuhi dari impor induk yang 80% berasal dari Hawaii dan sisanya dari Florida serta negara lain. Sehingga dengan kerja sama ini harapannya budidaya di Indonesia bisa mandiri karena sudah bisa memproduksi indukan sendiri," jelas dia.

Kerja sama ini membuat Menteri Edhy optimistis bahwa produktivitas tambak udang di Indonesia akan meningkat sehingga target produksi 1,5 juta ton per tahun pada 2024 dapat terwujud. Produksi saat ini sebagian besar dihasilkan oleh udang vaname.

"Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan benih udang sekitar 114 miliar ekor dan induk sebanyak 7 juta ekor. Mudah-mudahan kebutuhan ini bisa kita penuhi dan target bisa kita capai," pungkas dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!