Ingkar Janji Bangun Smelter, Menteri ESDM Tegur Freeport

Senin, 23 November 2020 - 15:50 WIB
Setelah itu, sambung Arifin, PTFI kembali menyampaikan surat nomor 516/OPDPTFI/XI/2020 tanggal 11 November 2020 perihal jawaban surat teguran terlambatnya kegiatan konstruksi smelter. Poin dari surat tersebut adalah: (1) PTFI sudah memberikan notice to proceed ke Chiyoda selaku kontraktor untuk melakukan pekerjaan test pilling. (2) Chiyoda sudah mulai melakukan pengadaan dan mobilisasi peralatan serta pekerja ke Gresik, dan (3) kegiatan fisik test pile drive di area prioritas pembangunan smelter baru dapat dilakukan pada akhir November 2020.

Baca Juga: Mogok Nasional Tolak RUU Ciptaker, Said Iqbal: Masak Upah di Freeport Sama dengan di Pabrik Kerupuk

Secara keseluruhan, Arifin mengungkapkan bahwa progres proyek smelter tembaga baru PTFI itu baru mencapai 5,86%. Berdasarkan informasi yang dipaparkannya, tahap konsolidasi fondasi sudah 60%-70% dan belum memulai tahap piling, yang rencananya akan digelar pada Oktober 2020-Januari 2021. Hingga Agustus 2020, investasi yang sudah terserap untuk proyek berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun ini mencapai USD300 juta. Arifin menyatakan, target penyelesaian proyek masih tetap sama yakni beroperasu 2023.

Namun demikian pihaknya membeberkan terkait kendala penyelesaian proyek smelter pada masa pandemi covid-19 ini. Pertama, teartundanya distribusi peralatan maupun kedatangan tenaga ahli dari negara luar. Kedua, penerapan PSBB di Indonesia menghambat mobilisasi tenaga kerja dan logistik. Ketiga, kesepakatan pendanaan yang mengalami penundaan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!