Sektor Properti Mulai Siuman, Saham APLN Jadi Incaran

Senin, 23 November 2020 - 19:00 WIB
Menurut Fendi, secara teknikal saham APLN masih berpotensi menguat dikisaran Rp170-Rp200 per saham. Sementara secara fundamental book value per share masih tinggi, sebesar Rp359. “Tren penguatan akan terus terjadi jika di kuartal IV-2020 recovery ekonomi berjalan lebih baik, sehingga penjualan APLN juga tumbuh lebih tinggi,” katanya.

Sampai kuartal III 2020 APLN mencatat pendapatan sebesar Rp2,88 triliun, turun tipis 1,2% dibanding periode sama 2019 sebesar Rp2,92 triliun. Meskipun manajemen telah melakukan berbagai upaya efisiensi, seperti biaya operasional berhasil dipangkas 23,6%, namun di akhir September 2020 lalu perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp195,2 miliar.

Beroperasinya kembali mall dan pusat perbelanjaan di DKI Jakarta diyakini akan menjadi salah satu sumber recurring income APLN yang potensial meningkat di kuartal IV 2020 ini. Di kuartal III lalu, recurring income perseroan mencapai Rp776,6 miliar.

Sebelumnya, marketing Director Agung Podomoro Agung Wirajaya mengatakan selama pandemi Covid-19 permintaan properti di proyek-proyek APLN seperti di Jawa Barat justru meningkat. Hingga September 2020, dari empat proyek APLN di Jawa Barat, yaitu Kota Kertabumi, Vimala Hills, Podomoro Golf View, dan Podomoro Park Bandung mampu membukukanmarketing salessekitar 63% dari totalmarketing salesdi luar lahan industri. ( Baca juga:PM Selandia Baru Beri Biden 'Bocoran' Cara Hadapi Covid-19 )

“Dengan konsep hunian hijau yang mendukung kebutuhan masyarakat saat ini, penjualan properti APLN terus meningkat sepanjang pandemi. Kami optimistis penjualan ini akan terus tumbuh sejalan dengan perbaikan ekonomi yang kini sedang berlangsung,” jelas Agung.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!