Indonesia Sudah Terapkan Kecerdasan Buatan di Sektor Energi, Apa Saja?
Rabu, 25 November 2020 - 05:35 WIB
Pengembangan smart grid mirip dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 di mana artificial intelligence, otomatisasi, dan internet mengubah praktik industri konvensional.
(Baca juga: Algoritma AI Tingkatkan Keamanan Pesawat Udara Hadapi Badai )
Saat ini, teknologi ini telah diterapkan antara lain di Sumbawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, serta akan mulai diaplikasikan di sistem ketenagalistrikan Jawa Bali. Smart grid juga sudah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.
Penerapan AI lainnya adalah pemantauan PV secara otomatis. Untuk meningkatkan porsi Variable Renewable Energy (VRE) dalam sistem kelistrikan, Pemerintah telah mulai memasukkan PLTS Terapung di PLTA yang ada untuk mengatasi masalah intermittency. Salah satunya PLTS Terapung di PLTA Cirata.
Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan teknologi thermal power flexibility pada pembangkit termal batubara untuk merespon fluktuasi VRE dan prakiraan cuaca.
"Kompleksitas sistem tenaga listrik menyebabkan perlunya sistem pemantauan yang lebih baik, dan memicu kebutuhan besar akan digitalisasi energi," ungkap Arifin.
(Baca juga: BMW Mini Ciptakan Mobil Listrik Futuristik Lengkap dengan Ruang Tamu )
(Baca juga: Algoritma AI Tingkatkan Keamanan Pesawat Udara Hadapi Badai )
Saat ini, teknologi ini telah diterapkan antara lain di Sumbawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, serta akan mulai diaplikasikan di sistem ketenagalistrikan Jawa Bali. Smart grid juga sudah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.
Penerapan AI lainnya adalah pemantauan PV secara otomatis. Untuk meningkatkan porsi Variable Renewable Energy (VRE) dalam sistem kelistrikan, Pemerintah telah mulai memasukkan PLTS Terapung di PLTA yang ada untuk mengatasi masalah intermittency. Salah satunya PLTS Terapung di PLTA Cirata.
Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan teknologi thermal power flexibility pada pembangkit termal batubara untuk merespon fluktuasi VRE dan prakiraan cuaca.
"Kompleksitas sistem tenaga listrik menyebabkan perlunya sistem pemantauan yang lebih baik, dan memicu kebutuhan besar akan digitalisasi energi," ungkap Arifin.
(Baca juga: BMW Mini Ciptakan Mobil Listrik Futuristik Lengkap dengan Ruang Tamu )
Lihat Juga :