Libur Panjang Akhir Tahun Dipotong Bikin Pupus Harapan Juragan Hotel dan Resto
Rabu, 25 November 2020 - 15:38 WIB
Jika pemangkasan tersebut benar terjadi, Maulana menuturkan, hal tersebut akan memberatkan para pelaku usaha karena pada tahun 2021 nanti akan kembali memasuki low season pada bulan Januari sampai Maret. "Sekarang aja udah susah bertahan apalagi nanti," katanya.
(Baca Juga: Jokowi Potong Libur Panjang Akhir Tahun, Juragan Hotel Tambah Nelangsa )
Maulana mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung dengan adanya interaksi dan pergerakan orang, dan di masa pandemi saat ini, hotel dan restoran telah mengalami penurunan khususnya di hotel mengalami penurunan cukup panjang dan berpengaruh terhadap tingkat okupansi.
"Dari Maret sampai November sudah sembilan bulan, kalau kita total dalam sembilan bulan ini kisaran okupansi bergerak antara 20-30 persen average secara nasional, kemudian kalau kita compare year on year occupancy kalau kita ambil dari tahun 2019, occupancy terendah itu ada di angka 40 persen dan itu hanya satu bulan pada Maret 2019 dan begitu pula di 2018," ucapnya.
(Baca Juga: Jokowi Potong Libur Panjang Akhir Tahun, Juragan Hotel Tambah Nelangsa )
Maulana mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung dengan adanya interaksi dan pergerakan orang, dan di masa pandemi saat ini, hotel dan restoran telah mengalami penurunan khususnya di hotel mengalami penurunan cukup panjang dan berpengaruh terhadap tingkat okupansi.
"Dari Maret sampai November sudah sembilan bulan, kalau kita total dalam sembilan bulan ini kisaran okupansi bergerak antara 20-30 persen average secara nasional, kemudian kalau kita compare year on year occupancy kalau kita ambil dari tahun 2019, occupancy terendah itu ada di angka 40 persen dan itu hanya satu bulan pada Maret 2019 dan begitu pula di 2018," ucapnya.
(akr)
Lihat Juga :