Makin Panas! China Patok Tarif hingga 200% bagi Anggur Australia

Jum'at, 27 November 2020 - 20:13 WIB
Deposito jaminan, yang pada praktiknya bekerja secara efektif seperti tarif tersebut ditetapkan berkisar antara 107% hingga lebih dari 200%. Langkah itu dilakukan setelah Kementerian Perdagangan China memberikan instruksi informal kepada importir untuk menangguhkan pesanan anggur dan enam jenis ekspor Australia lainnya awal bulan ini.

Menyusul kabar tersebut, saham Treasury Wine Estates, salah satu eksportir terbesar Australia, jatuh 11% hari ini. Perusahaan awalnya menghentikan perdagangan dan kemudian mengkonfirmasi akan dihentikan hingga Selasa.

Tony Battaglene dari Grape and Wine Australia mengatakan tarif tersebut akan sangat menyulitkan eksportir anggur Australia. "Pasar China adalah pasar yang besar bagi kami, tetapi juga beberapa pesaing utama kami, terutama dari Eropa, (sekarang) diberi keuntungan tarif 100-200% (yang) akan membuatnya sangat sulit untuk bersaing, itu tidak akan bagus," katanya seperti dikutip dari ABC News, Jumat (27/11/2020).

Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan tarif tersebut memberikan "pukulan yang menghancurkan" bagi industri anggur. "Ini akan membuat banyak bisnis tidak dapat bertahan, perdagangan anggur mereka dengan China dan jelas kami pikir itu tidak dapat dibenarkan, tanpa bukti untuk mendukungnya," kata dia.

Dia menambahkan, kebijakan ini pada dasarnya adalah pajak bagi konsumen China. Tetapi, dengan mengenakan pajak produk pada tingkat yang sangat besar dan berdampak, kemungkinan besar konsumen akan berpaling dari produk itu. "Dan itulah yang memiliki dampak yang menghancurkan pada produsen anggur Australia. Itulah mengapa kami pikir ini sangat, sangat tidak adil, tidak beralasan, tidak dapat dibenarkan," cetusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!