Kolaborasi Antar Lembaga Dorong Pemulihan Ekspor Produk Kreatif
Sabtu, 28 November 2020 - 14:14 WIB
Mendag menyampaikan, produk ekonomi kreatif memiliki peluang yang sangat besar di pasar global. Berdasarkan kinerja ekspor periode Januari-Agustus 2020, beberapa produk ekonomi kreatif yang berpotensi untuk terus tumbuh ekspornyaadalah fesyen, kriya, dan serta makanan olahan. “Produk ini juga memiliki potensi pasar yang cukup beragam mulai dari Eropa, Asia, Amerika, dan Timur Tengah,” tandasnya.
Menurut Mendag, terdapat beberapa tantangan perdagangan produk ekonomi kreatif yang harus dihadapi pada2021.Tantangan tersebut yaitu, pertama,berbagai industri kreatif menunjukkan ketahanan walaupun ada perubahan gaya konsumsi masyarakat. Kedua, revolusi Industri ke-4 dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif, khususnya dalam pemanfaatan tren digital. “Penggunaan niaga elektronik, jejaring sosial, dan digital streaming servicesmerupakan kunci dari transformasi media, gim, musik, dan fesyen,” ujarnya.
Mendag mengungkapkan, menurutkajian Kementerian Perdagangan mengenai multiplier analysisdari intangible digital goodsterhadap perekonomian Indonesia, terdapat 10 sektor teratas yang memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Dari seluruh sektor tersebut, 8 diantaranya merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif.
“Musik memberikan dampak yang paling signifikan, diikuti penerbitan,dan periklanan. Hasil kajian ini semakin memberikan rasa percaya diri bahwa ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelas Mendag.
Menurut Mendag, terdapat beberapa tantangan perdagangan produk ekonomi kreatif yang harus dihadapi pada2021.Tantangan tersebut yaitu, pertama,berbagai industri kreatif menunjukkan ketahanan walaupun ada perubahan gaya konsumsi masyarakat. Kedua, revolusi Industri ke-4 dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif, khususnya dalam pemanfaatan tren digital. “Penggunaan niaga elektronik, jejaring sosial, dan digital streaming servicesmerupakan kunci dari transformasi media, gim, musik, dan fesyen,” ujarnya.
Mendag mengungkapkan, menurutkajian Kementerian Perdagangan mengenai multiplier analysisdari intangible digital goodsterhadap perekonomian Indonesia, terdapat 10 sektor teratas yang memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Dari seluruh sektor tersebut, 8 diantaranya merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif.
“Musik memberikan dampak yang paling signifikan, diikuti penerbitan,dan periklanan. Hasil kajian ini semakin memberikan rasa percaya diri bahwa ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelas Mendag.
Lihat Juga :