BRI Gandeng Kemendag Pacu Ekspor Produk UMKM ke Amerika
Senin, 30 November 2020 - 14:29 WIB
BRI dengan ITPC berupaya untuk meningkatkan transaksi ekspor Indonesia ke wilayah Amerika Utara, Tengah dan Selatan. Untuk mempercepat realisasi target tersebut, hingga kini BRI sudah melayani transaksi perdagangan (trade finance) bagi lebih dari 8.800 nasabah UMKM dan 200 nasabah korporasi.
Pola business matching dan penyediaan fasilitas Trade Finance serta Payment Gateway BRI melalui Unit Kerja Luar Negeri diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor Indonesia ke wilayah Amerika lima tahun mendatang.
(Baca Juga: BRI Pacu UMKM untuk Berkembang dan Wujudkan SDGs di Indonesia)
"Saya sangat yakin kerja sama ini akan berdampak positif untuk memacu peningkatan ekspor Indonesia ke AS, sebagaimana selalu ditekankan Menteri Perdagangan untuk melakukan langkah-langkah nyata menggenjot ekspor Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku bisnis Indonesia yang menargetkan pasar AS," tambah Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Arlinda.
Potensi meningkatnya ekspor produk UKM terbuka lebar, terutama pasca AS memperpanjang preferensi tarif GSP kepada Indonesia. GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh AS kepada negara-negara berkembang sejak 1974.
Perpanjangan kebijakan ini membuka peluang produk-produk UKM masuk ke AS. Produk UKM yang cukup diminati warga AS diantaranya kerajinan, pintu kayu, serta perhiasan perak.
Pola business matching dan penyediaan fasilitas Trade Finance serta Payment Gateway BRI melalui Unit Kerja Luar Negeri diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor Indonesia ke wilayah Amerika lima tahun mendatang.
(Baca Juga: BRI Pacu UMKM untuk Berkembang dan Wujudkan SDGs di Indonesia)
"Saya sangat yakin kerja sama ini akan berdampak positif untuk memacu peningkatan ekspor Indonesia ke AS, sebagaimana selalu ditekankan Menteri Perdagangan untuk melakukan langkah-langkah nyata menggenjot ekspor Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku bisnis Indonesia yang menargetkan pasar AS," tambah Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Arlinda.
Potensi meningkatnya ekspor produk UKM terbuka lebar, terutama pasca AS memperpanjang preferensi tarif GSP kepada Indonesia. GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh AS kepada negara-negara berkembang sejak 1974.
Perpanjangan kebijakan ini membuka peluang produk-produk UKM masuk ke AS. Produk UKM yang cukup diminati warga AS diantaranya kerajinan, pintu kayu, serta perhiasan perak.
(fai)
Lihat Juga :