Pacu Ekonomi Tahun Depan, Mendag Susun Strategi Jitu Jaga Pasar Domestik
Senin, 30 November 2020 - 18:57 WIB
Untuk itu, situasi normal baru saat ini ialah sebuah proses transisi yang menuntut semua negara cepat beradaptasi dan berinovasi. Pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai tatanan, termasuk dalam perdagangan dunia dan bisnis, mulai dari sistem produksi, komoditas unggulan, hingga sistem logistik. "Kita harus dapat mengubah momentum krisis ini menjadi lompatan kesempatan dan kemajuan. Untuk itu, Kemendag telah melakukan pemetaan tantangan dan peluang di sektor perdagangan selama dan pascapandemi Covid-19," ujar Mendag Agus.
Terkait tantangan perdagangan yang saat ini dihadapi, antara lain perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan global, proteksionisme perdagangan dan meningkatnya hambatan perdagangan, kerja sama perdagangan antara negara, serta potensi defisit neraca perdagangan dan resesi ekonomi. Sedangkan, peluang perdagangan yang harus segera dimanfaatkan adalah pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat-pusatindustri dan investasi global, transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi yang kian masif, serta pemanfaatan potensi pasar di kawasan potensial.
"Dengan melihat berbagai tantangan dan peluang, Kemendag telah terus melakukan berbagai langkah strategis dan evaluasi secara berkala untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional," lanjut Mendag.
Baca Juga: Kolaborasi Antar Lembaga Dorong Pemulihan Ekspor Produk Kreatif
Dia menjabarkan, beberapa respons kebijakan strategis Kemendag, antara lain larangan sementara impor binatang hidup dari Tiongkok yang dilakukan sejak Februari 2020; realokasi dan refocusing anggaran, termasuk program bantuan untuk pasar rakyat dan UMKM; stimulus ekonomi nonfiskal; pengamanan ketersediaan alat kesehatan, seperti masker dan alat pelindung diri (APD);dan stabilisasi harga dan jaminan stok barang kebutuhan pokok. Selain itu juga menjalankan strategi pengawasan barang beredar dan/atau jasa dalam perdagangan dalam jaringan (e-commerce); peningkatan fasilitasi ekspor; pengamanan bahan baku industri, termasuk impor bahan baku seperti gula yang banyak dibutuhkan UMKM pangan; pengaturan impor barang konsumsi; pemanfaatan forum kerja sama perdagangan internasional; serta pembukaan fasilitas perdagangan secara bertahap di era adaptasi kebiasaan baru. Kemendag juga telah menyusun strategi akselerasi pertumbuhan perdagangan untuk pasar domestik dan pasar global.
Lihat Juga :