Membaik, PMI Manufaktur Indonesia Kembali ke Level 50,6

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:43 WIB
Dia melanjutkan, meski adanya kenaikan permintaan namun perusahaan tetap enggan untuk berinvestasi pada kapasitas dan inventaris baru.

"Perusahaan tetap berhati-hati dalam berinvestasi pada kapasitas dan inventaris, dan jumlah tenaga kerja serta aktivitas pembelian semakin menurun. Sementara itu, tekanan inflasi meningkat," jelasnya.

(Baca Juga: Di tengah Pandemi, Industri Manufaktur tetap Jadi Incaran Investor)

Di sisi harga, inflasi biaya input meningkat pada bulan November. Harga bahan baku yang lebih tinggi dan turunnya nilai rupiah mendorong inflasi lebih tinggi. Akibatnya, sebagian perusahaan meneruskan beban biaya yang lebih tinggi kepada konsumen melalui biaya yang lebih tinggi. Namun, kenaikan harga output masih rendah dan jauh di bawah kenaikan biaya input. "Keberlanjutan kenaikan akan bergantung pada pemulihan permintaan yang lebih kuat," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!