IHSG Diproyeksi Tembus 6.800 Tahun Depan, Simak Faktor Pendorongnya

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:49 WIB
Aliran dana asing ini didorong dari terpilihnya Joe Bidden sebagai Presiden AS yang memberi harapan adanya perubahan pada sejumlah kebijakan yang mendorong rotasi investasi ke negara berkembang. Perlu diketahui, sejak tahun 2008, stimulus telah memperkuat ekonomi negeri Paman Sam ini sendirian. Hal ini menyebabkan investor asing relatif malas ke negara berkembang. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang underperform selama 10 tahun.

“Melihat beberapa indikator tersebut, kami melihat pasar obligasi dan saham berpotensi menguat, sebagai wadah dari investasi asing yang masuk. Adapun, jika yield obligasi turun, kita menargetkan investasi di pasar saham yang meningkat karena proyeksi imbal hasil yang lebih bagus,” ungkap Budi Hikmat dalam keterangan pers, Selasa (1/12/2020).

(Baca Juga : Analis: Kebijakan OJK-BEI Efektif Atasi Tekanan di Pasar Saham )

Sepanjang bulan November, IHSG telah menguat 12,77% dan telah berada pada level 5.783. Meski demikian, IHSG masih belum berada di level pada awal tahun, saat di level 6.323.

Budi berpendapat, IHSG masih berpotensi naik di tahun 2021. Rupiah juga berpotensi berada di bawah level 14.000 pada akhir tahun. Hal ini didukung dengan sentimen-sentimen perbaikan ekonomi Indonesia tahun depan, dan harapan akan vaksin yang mulai didistribusikan.
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!