Analis: Kebijakan OJK-BEI Efektif Atasi Tekanan di Pasar Saham

Senin, 30 November 2020 - 14:48 WIB
loading...
Analis: Kebijakan OJK-BEI...
Kebijakan OJK-BEi di pasar saham dinilai mampu mengatasi tekanan yang disebabkan pandemi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sukses menjaga stabilitas pasar saham di tengah pandemi. Kebijakan yang dikeluarkan dinilai dapat mengantisipasi tekanan pandemi terhadap pasar saham.

(Baca Juga: Ekonom: Kebijakan OJK Terbukti Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan)

"Kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK dan BEI patut diapresiasi karena cukup efektif dalam mengantisipasi tekanan yang terjadi di pasar saham," katanya dalam Financial Stability Review IDX Channel, Senin (30/11/2020)

Ia menyampaikan, salah satu kebijakan yang bagus di bursa saham saat terjadi pandemi adalah buyback (pembelian kembali) saham tanpa melalui RUPS. Dengan adanya kebijakan ini maka manajemen dapat bergerak lebih cepat.

"Selama ini kalau kita lihat emiten jika ingin buyback saham harus ada RUPS dan itu perlu waktu. Tanpa adanya RUPS tentu mempermudah langkah manajemen," terangnya.

(Baca Juga: 58 Perusahaan Siap Melantai di Bursa Incar Dana Rp21,76 Triliun)

Ia menambahkan, hadirnya kebijakan buyback ini sebenarnya memberikan sinyal, bahwa harga saham mereka sudah murah. Hal ini tentu membuat pelaku pasar jadi tidak rasional, sehingga sesuatu yang bagus bisa dijual dengan harga yang murah. "Kebijakan ini sangat bagus sehingga men-triger para pelaku pasar menjadi lebih rasional," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Prancis...
5 Fakta Menarik Prancis Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved