Stimulus Fiskal Dorong Pemulihan Ekonomi, Lanjutkan!
Rabu, 02 Desember 2020 - 14:54 WIB
"Ekspor Indonesia sangat bergantung dengan China, dan China sangat bergantung dengan Eropa. Ekonomi Eropa diperkirakan tidak akan pulih lebih cepat dari tahun 2022. Maka sektor domestik yang harus dikuatkan untuk menopang perekonomian Indonesia," jelasnya.
(Baca Juga: Terdampak Pandemi, Industri Pariwisata Minta Stimulus)
Dalam upaya mencapai pemulihan ekonomi, tidak terpungkiri diperlukan ekspansi fiskal. Dia melanjutkan, stimulus fiskal diharapkan membantu meningkatkan cash transfer ke kelompok menengah bawah. Selain itu diperlukan jaminan kredit, subsidi suku bunga dan insentif pajak. "Harapannya investasi datang dari konsumsi," tuturnya.
Chatib menambahkan, diperkirakan pemulihan mengikuti K-Shape Recovery yang akan terjadi dengan jaga jarak lebih dijalankan oleh kelompok pendapatan menengah atas. "Prediksi ini berlaku jika tidak ada second wave. Saya pikir penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," tandasnya.
(Baca Juga: Terdampak Pandemi, Industri Pariwisata Minta Stimulus)
Dalam upaya mencapai pemulihan ekonomi, tidak terpungkiri diperlukan ekspansi fiskal. Dia melanjutkan, stimulus fiskal diharapkan membantu meningkatkan cash transfer ke kelompok menengah bawah. Selain itu diperlukan jaminan kredit, subsidi suku bunga dan insentif pajak. "Harapannya investasi datang dari konsumsi," tuturnya.
Chatib menambahkan, diperkirakan pemulihan mengikuti K-Shape Recovery yang akan terjadi dengan jaga jarak lebih dijalankan oleh kelompok pendapatan menengah atas. "Prediksi ini berlaku jika tidak ada second wave. Saya pikir penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :