Pemerintah Dukung UMKM Pangan Berbasis Digital
Kamis, 03 Desember 2020 - 18:18 WIB
"Sehubungan dengan besarnya dampak Covid-19 pada UMKM dan memperhatikan peranan UMKM yang strategis dalam perekonomian Indonesia, nampaknya diperlukan kolaborasi dalam upaya mendukung bangkitnya UMKM, tidak hanya antar BUMN tetapi juga meliputi Kementerian, Lembaga, otoritas, akademisi, dan stakeholders lainnya," kata Loto.
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menjelaskan, pandemi Covid-19 bagi UMKM berdampak pada penurunan permintaan, kendala dalam pemasaran dan kesulitan bahan baku.
Berdasarkan survey Mandiri Institute yang dilakukan terhadap UMKM pada bulan Agustus – September 2020 menyatakan 67% UMKM menggunakan kanal daring dalam promosi & penjualan dan bertahan lebih lama dalam menghadapi pandemi ini.
Pemerintah telah berupaya melakukan berbagai intervensi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, dari mulai restrukturisasi kredit, keringanan pajak hingga Banpres Produktif untuk usaha mikro.
"Hal ini terlihat bahwa ada perbaikan pertumbuhan ekonomi dari minus 5,32% menjadi minus 3,48%. Diharapkan pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik seiring dengan program pemulihan ekonomi nasional yang sudah berjalan," imbuhnya.
(Baca juga: Tiga Jurus BI Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi di 2021 )
Lanjutnya, penambahan fitur Warung Pangan Fund (WP Fund) sebagai alternatif pembiayaan untuk UMKM warung sebagai mitra warung pangan. "Penambahan fitur WP Fund kami yakini menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan warung yang tergabung menjadi Mitra Warung Pangan.
Di tengah situasi yang menantang akibat pandemi covid, banyak usaha yang mengalami penurunan penjualan dan pendapatan atau bahkan tutup, saat ini dengan adanya new normal masyarakat sudah mulai terbiasa menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas, artinya banyak usaha yang mulai beroperasi kembali dan tentu membutuhkan pembiayaan untuk kembali menjalankan usahanya.
"Untuk usaha-usaha yang berjalan, pembiayaan menjadi penting untuk bisa mengembangkan skala usaha menjadi lebih besar," bebernya
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menjelaskan, pandemi Covid-19 bagi UMKM berdampak pada penurunan permintaan, kendala dalam pemasaran dan kesulitan bahan baku.
Berdasarkan survey Mandiri Institute yang dilakukan terhadap UMKM pada bulan Agustus – September 2020 menyatakan 67% UMKM menggunakan kanal daring dalam promosi & penjualan dan bertahan lebih lama dalam menghadapi pandemi ini.
Pemerintah telah berupaya melakukan berbagai intervensi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, dari mulai restrukturisasi kredit, keringanan pajak hingga Banpres Produktif untuk usaha mikro.
"Hal ini terlihat bahwa ada perbaikan pertumbuhan ekonomi dari minus 5,32% menjadi minus 3,48%. Diharapkan pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik seiring dengan program pemulihan ekonomi nasional yang sudah berjalan," imbuhnya.
(Baca juga: Tiga Jurus BI Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi di 2021 )
Lanjutnya, penambahan fitur Warung Pangan Fund (WP Fund) sebagai alternatif pembiayaan untuk UMKM warung sebagai mitra warung pangan. "Penambahan fitur WP Fund kami yakini menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan warung yang tergabung menjadi Mitra Warung Pangan.
Di tengah situasi yang menantang akibat pandemi covid, banyak usaha yang mengalami penurunan penjualan dan pendapatan atau bahkan tutup, saat ini dengan adanya new normal masyarakat sudah mulai terbiasa menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas, artinya banyak usaha yang mulai beroperasi kembali dan tentu membutuhkan pembiayaan untuk kembali menjalankan usahanya.
"Untuk usaha-usaha yang berjalan, pembiayaan menjadi penting untuk bisa mengembangkan skala usaha menjadi lebih besar," bebernya
Lihat Juga :