Transaksi Fintech di Emerging Market Lebih Tinggi Dibandingkan Negara Maju

Jum'at, 04 Desember 2020 - 20:33 WIB
"Ada 40% sangat membutuhkan persetujuan produk atau layanan yang disederhanakan dan 39% segera mencari dukungan regulasi untuk e- KYC (electronic know your customer) ," tulis riset tersebut di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

(Baca Juga: Neobank Jadi Penantang Serius Fintech di Masa Depan )

Hasil survei juga menunjukkan bahwa penyelenggara FinTech yang beroperasi di negara dengan peraturan terkait Covid-19 yang lebih ketat menghadapi tantangan operasional yang lebih banyak dan biaya yang lebih tinggi daripada perusahaan yang berasal dari pasar dengan peraturan yang lebih longgar.

FinTech di negara-negara dengan peraturan yang lebih ketat cenderung melaporkan penghentian operasional agen atau mitra bisnis yang lebih tinggi. Atau mengalami transaksi yang tidak berhasil lebih sering daripada penyelenggara FinTech dari negara dengan kebijakan yang lebih longgar.

"Sejalan dengan tantangan tersebut, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa posisi keuangan penyelenggara FinTech mengalami tekanan akibat COVID-19 dengan lebih dari setengahnya melaporkan dampak negatif pada cadangan modal," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!