Menkeu Ungkap Penyebab Penerimaan Pajak yang Masih Loyo
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:26 WIB
Lalu, reformasi itu dimulai dari sisi organisasi, termasuk inovasi pada kantor-kantor pelayanan. Reformasi juga mengarah pada bidang sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas dan kualitas para jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta tata kelola perpajakan di Indonesia.
“Adanya penguatan sistem perpajakan atau coretax,” katanya
Baca Juga : Kementerian PUPR Dukung Penghijauan Infrastruktur
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut reformasi perpajakan menjadi sangat penting. Selain karena pandemi yang menyebabkan defisit melebar, ada kebutuhan pendanaan pembangunan Indonesia ke depan. Misalnya, dari sisi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Oleh karena itu, reformasi perpajakan menjadi penting karena seluruh kebutuhan untuk membangun fondasi Indonesia seharusnya berasal dari penerimaan negara sendiri, yaitu terutama dari pajak,” tandasnya.
“Adanya penguatan sistem perpajakan atau coretax,” katanya
Baca Juga : Kementerian PUPR Dukung Penghijauan Infrastruktur
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut reformasi perpajakan menjadi sangat penting. Selain karena pandemi yang menyebabkan defisit melebar, ada kebutuhan pendanaan pembangunan Indonesia ke depan. Misalnya, dari sisi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Oleh karena itu, reformasi perpajakan menjadi penting karena seluruh kebutuhan untuk membangun fondasi Indonesia seharusnya berasal dari penerimaan negara sendiri, yaitu terutama dari pajak,” tandasnya.
(her)
Lihat Juga :