Sawit Kerap Dihajar Kampanye Negatif Asing, di Dalam Negeri Kok Ikut-ikutan?
Rabu, 09 Desember 2020 - 14:16 WIB
Tidak hanya dari luar negeri, dia juga menyebut tanpa disadari beberapa kelompok masyarakat di dalam negeri juga turut berperan dalam mengaplikasikan isu negatif tentang kelapa sawit, seperti kampanye negatif dalam jangka waktu lama yang telah memunculkan stigma negatif terhadap sawit, sehingga kelapa sawit teraliensi dari masyarakat yang justru mengkonsumsinya setiap hari.
"Ini sungguh suatu paradoks dimana komoditas hasil negeri sendiri yang memiliki manfaat untuk orang banyak justru belum dipahami bahkan banyak dikritik oleh masyarakat dalam negeri," cetusnya.
Dalam jangka panjang, kata dia, isu-isu negatif ini akan merugikan perkebunan dan industri sawit nasional dan tentu akan berdampak bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
(Baca juga: Ada B30, RI Bisa Tekan Defisit Neraca Dagang dan Impor Solar )
Dengan gencarnya isu negatif terkait kelapa sawit, Edi mengatakan bahwa BPDPKS memandang perlu untuk menjembatani gap informasi antara peran dan kontribusi kelapa sawit dengan pengetahuan tentang sawit di masyarakat.
"Ini sungguh suatu paradoks dimana komoditas hasil negeri sendiri yang memiliki manfaat untuk orang banyak justru belum dipahami bahkan banyak dikritik oleh masyarakat dalam negeri," cetusnya.
Dalam jangka panjang, kata dia, isu-isu negatif ini akan merugikan perkebunan dan industri sawit nasional dan tentu akan berdampak bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
(Baca juga: Ada B30, RI Bisa Tekan Defisit Neraca Dagang dan Impor Solar )
Dengan gencarnya isu negatif terkait kelapa sawit, Edi mengatakan bahwa BPDPKS memandang perlu untuk menjembatani gap informasi antara peran dan kontribusi kelapa sawit dengan pengetahuan tentang sawit di masyarakat.
(ind)
Lihat Juga :