Ada Banyak Program UMKM, Kenapa RI Harus Utang ke Luar Negeri?
Rabu, 09 Desember 2020 - 20:18 WIB
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai sebenarnya Indonesia tidak memerlukan pinjaman luar negeri untuk mengembangkan pelaku usaha kecil khususnya UMKM yang orientasi pasarnya dalam negeri.
Baca Juga : Asyik, Indonesia Dapat Utangan (Lagi) USD500 Juta dari ADB
“Apalagi sesungguhnya program pengembangan usaha mikro kecil, kita sudah sangat banyak dan tidak tertata tapi bahkan cenderung overlapping,” kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/12/2020).
Menurut dia, Indonesia sudah punya program kredit usaha rakyat (KUR), dana bergulir kementerian, dan ada juga bantuan dari BUMN yang disebut Program Kemitraan. “Kita juga punya program ULaMM dan Mekar-nya PNM. Belum lagi kita punya ribuan BPR dan lembaga keuangan mikro,” ucapnya.
Baca Juga : Akui Utang Luar Negeri Meningkat, Sri Mulyani Waspada
Baca Juga : Asyik, Indonesia Dapat Utangan (Lagi) USD500 Juta dari ADB
“Apalagi sesungguhnya program pengembangan usaha mikro kecil, kita sudah sangat banyak dan tidak tertata tapi bahkan cenderung overlapping,” kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/12/2020).
Menurut dia, Indonesia sudah punya program kredit usaha rakyat (KUR), dana bergulir kementerian, dan ada juga bantuan dari BUMN yang disebut Program Kemitraan. “Kita juga punya program ULaMM dan Mekar-nya PNM. Belum lagi kita punya ribuan BPR dan lembaga keuangan mikro,” ucapnya.
Baca Juga : Akui Utang Luar Negeri Meningkat, Sri Mulyani Waspada
Lihat Juga :